logo alinea.id logo alinea.id

Inggris bebaskan tanker minyak Iran

Tanker minyak Iran, Grace 1, disergap oleh AL Inggris pada 4 Juli, memicu ketegangan antara kedua negara.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 16 Agst 2019 10:52 WIB
Inggris bebaskan tanker minyak Iran

Gibraltar telah membebaskan sebuah tanker minyak Iran yang ditangkap bulan lalu karena dicurigai melanggar sanksi meski ada intervensi pada menit-menit terakhir oleh Amerika Serikat.

Wilayah Inggris itu menerima jaminan tertulis dari Iran bahwa tanker Inggris itu tidak akan melepas muatannya di Suriah.

Grace 1, yang mengangkut minyak Iran, dihentikan oleh kapal AL Inggris pada 4 Juli. Peristiwa ini memicu perselisihan dengan Teheran.

Kepala Menteri Gibraltar Fabian Picardo mengonfirmasi bahwa Kementerian Kehakiman AS telah meminta dilakukannya prosedur hukum baru untuk tetap menahan kapal. Picardo menuturkan bahwa sebuah sebuah lembaga independen akan membuat keputusan tentang permintaan AS itu. 

"Itu merupakan kewenangan otoritas Mutual Legal Assistance," kata Picardo.

Grace 1 tetap berada di lepas Gibraltar pada Kamis (15/8) malam, tetapi menurut saksi mata kepada Reuters, haluan kapal telah bergerak setidaknya sekitar 180 derajat. Tidak jelas apakah ini karena arus laut yang kuat atau karena sedang bersiap untuk pergi.

Kantor Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris (FCO) menekankan, Iran harus mematuhi jaminan bahwa tanker itu tidak akan melanjutkan perjalanan ke Suriah, untuk kemudian melanggar sanksi Uni Eropa.

FCO menggambarkan Suriah sebagai rezim yang telah mengerahkan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri.

Sponsored

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengutuk upaya AS untuk menghentikan pembebasan Grace 1, dan menyebut pemerintah Donald Trump berusaha melakukan pembajakan.

Beberapa pekan setelah penyergapan Grace 1, Iran balas menyita tanker Inggris, Stena Impero di Teluk. Iran menuduh kapal yang berbendera Inggris namun milik Swedia itu melanggar aturan maritim internasional.

Setelah disergap, Stena Impero berlabuh di Bandar Abbas. Meski dibantah, namun spekulasi bahwa pembebasan Grace 1 dibarengi dengan dirilisnya Stena Impero ramai beredar.

Hubungan AS dan Iran merosot dengan tajam sejak Trump berkuasa pada 2017. Adapun Inggris mengumumkan telah mengirim kapal perangnya untuk bergabung dengan satuan tugas yang dipimpin AS untuk melindungi kapal dagang yang bepergian melalui rute pengiriman utama di Teluk.

Hampir seperlima dari minyak dunia melintasi Selat Hormuz yang sempit, yang terletak di lepas pantai selatan Iran.

Pemerintahan Trump mencurigai bahwa Iran terus berupaya mengembangkan senjata nuklir, sesuatu yang telah berkali-kali dibantah Teheran. Tuduhan lain AS, perilaku Iran mengacaukan Timur Tengah.

Tahun lalu, AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang membatasi aktivitas nuklir Iran. Kemudian sanksi-sanksi yang menargetkan pendapatan utama Iran pun diberlakukan.

Inggris dan negara-negara Eropa lainnya yang terikat dalam kesepakatan nuklir 2015 menyatakan bahwa mereka tetap berkomitmen pada pakta tersebut.

Sumber : BBC