sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inggris laporkan total 168 kasus trombosis akibat vaksin AstraZeneca

Jumlah itu meningkat dari 100 kasus yang dilaporkan pekan lalu, ketika insiden kasus keseluruhan adalah 4,9 per juta dosis.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 23 Apr 2021 14:46 WIB
Inggris laporkan total 168 kasus trombosis akibat vaksin AstraZeneca

Regulator obat-obatan Inggris pada Kamis (22/4) melaporkan bahwa sejauh ini, tercatat total 168 kasus pembekuan darah atau trombosis sinus vena serebral (CVST) setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 milik AstraZeneca.

Jumlah itu meningkat dari 100 kasus yang dilaporkan pekan lalu, ketika insiden kasus keseluruhan adalah 4,9 per juta dosis.

Vaksin AstraZeneca telah diperiksa dengan cermat akibat keterkaitan dengan kasus pembekuan darah yang sangat langka. Beberapa negara, termasuk Inggris, telah merekomendasikan agar hanya orang di atas usia tertentu yang mendapatkan suntikan.

Adam Finn, pakar kesehatan dari Bristol University, mengatakan bahwa lonjakan kasus yang dilaporkan memang sudah diperkirakan akan terjadi.

"Kasus-kasus dilaporkan dengan cepat, tetapi ada juga kasus yang terjadi sebelumnya dan kini baru dilaporkan," ujarnya. 

Terdapat 21,2 juta dosis pertama vaksin AstraZeneca yang diberikan dalam kampanye vaksinasi Inggris.

Sementara itu, Inggris melaporkan 32 kematian akibat pembekuan darah secara total, meningkat dibandingkan dengan 22 fatalitas yang tercatat pekan lalu.

Otoritas kesehatan Inggris telah menyarankan bahwa warga di bawah usia 30 tahun menerima alternatif dari vaksin AstraZeneca-Oxford, setelah regulator obat, MHRA, menemukan bukti adanya hubungan ke pembekuan darah yang langka dengan tingkat trombosit yang rendah.

Sponsored

Para pejabat Inggris telah menekankan bahwa efek samping semakin jarang terlihat dan menyarankan bahwa mayoritas orang tetap mendapatkan suntikan AstraZeneca.

Keputusan bagi mereka yang berusia di bawah 30 tahun untuk mendapatkan suntikan yang berbeda dipengaruhi oleh faktor bahwa kelompok tersebut memiliki risiko rendah terpapar Covid-19.

Langkah tersebut berbeda dengan beberapa negara Eropa seperti Prancis, yang telah memutuskan untuk membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca hanya bagi orang berusia di atas 55 tahun.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya