sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inilah kisaran harga 3 kandidat vaksin Covid-19

Sejumlah kandidat vaksin yang dikembangkan beberapa perusahaan telah memperlihatkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba klinis fase tiga.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Nov 2020 19:35 WIB
Inilah kisaran harga 3 kandidat vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Sejumlah perusahaan farmasi berlomba di berbagai negara untuk menemukan vaksin yang dapat membasmi pandemik Covid-19.

Sejauh ini, sejumlah kandidat vaksin yang dikembangkan beberapa perusahaan telah memperlihatkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba klinis fase ketiga, atau tahap terakhir dalam pengujian sebelum mendapatkan persetujuan untuk didistribusikan.

Masing-masing perusahaan pun memiliki kisaran harga jual yang berbeda untuk kandidat vaksin Covid-19 yang mereka buat. Berikut merupakan harga dari tiga kandidat vaksin yang tengah menjalani uji klinis fase ketiga:

Moderna

Perusahaan farmasi yang berbasis di Amerika Serikat, Moderna, dilaporkan akan mencantumkan harga antara US$25 (Rp357.500 dengan kurs Rp14.300) hingga US$37 (Rp529.100 dengan kurs Rp14.300) per dosis kandidat vaksin Covid-19, tergantung dari jumlah yang dipesan.

"Karena itu, biaya vaksin kami hampir sama dengan suntikan flu, yaitu antara US$10 dan US$50," kata Eksekutif Moderna Stephane Bancel.

Pekan lalu, seorang pejabat Uni Eropa yang terlibat dalam pembicaraan tersebut mengatakan Komisi Eropa ingin mencapai kesepakatan dengan Moderna untuk penyediaan jutaan dosis kandidat vaksinnya dengan harga di bawah US$25 (Rp357.500 dengan kurs Rp14.300) per dosis.

"Belum ada yang disepakati, tetapi kami hampir mencapai kesepakatan dengan Komisi Eropa," ujar Bancel.

Sponsored

Moderna mengklaim vaksin eksperimental mereka 94,5% efektif dalam mencegah penularan Covid-19.

Sinovac

Menurut laporan Reuters pada pertengahan Oktober, perusahaan farmasi asal China, Sinovac Biotech, juga telah menetapkan biaya untuk kandidat vaksin Covid-19 milik mereka.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) di Kota Jiaxing dalam sebuah pernyataan menuturkan, dua dosis kandidat vaksin, yang disebut CoronaVac, akan menelan biaya 200 yuan atau US$29,75 (Rp425.425 dengan kurs Rp14.300) per dosis.

Otoritas China hingga saat ini belum merilis rincian harga untuk vaksin Covid-19 potensial. Ratusan ribu orang telah menerima vaksin eksperimental dalam uji coba tahap akhir sebagai bagian dari program inokulasi darurat yang diluncurkan pada Juli.

Sinovac tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar apakan harga itu merupakan biaya yang akan ditetapkan. Vaksinnya sedang dalam uji coba tahap akhir di Brasil, Indonesia, dan Turki, dan perusahaan mengatakan bahwa analisis sementara data uji coba tahap ketiga dapat dilakukan paling cepat pada November.

Bio Farma, sebuah perusahaan farmasi di Indonesia yang telah mencapai kesepakatan untuk mengamankan setidaknya 40 juta dosis dari Sinovac, mengatakan vaksin tersebut akan menelan biaya sekitar Rp200.000 per dosis ketika sudah tersedia di negara Asia Tenggara.

Pfizer dan BioNTech

Pfizer dan BioNTech pekan lalu menyatakan, analisis pengujian fase ketiga menunjukkan bahwa kandidat vaksin mereka lebih dari 95% efektif dalam mencegah infeksi Covid-19.

Mereka dilaporkan mengenakan biaya US$20 (Rp286.000 dengan kurs Rp14.300) per dosis untuk vaksin mereka, jauh lebih rendah daripada Moderna.

Di Inggris, telah dipastikan bahwa vaksin Covid-19 milik Pfizer akan diprioritaskan bagi penghuni panti jompo dan staf mereka, diikuti oleh petugas kesehatan seperti petugas rumah sakit dan lansia di atas 80 tahun.

Beberapa negara di dunia telah menandatangani kesepakatan dengan Pfizer dan BioNTech. Uni Eropa merupakan pihak paling banyak memesan, dengan 300 juta dosis, Jepang dengan 120 juta dosis, dan AS telah membeli 100 juta. Inggris, Kanada, Australia dan Chile telah membeli setidaknya 10 juta dosis vaksin.

 

Sumber:  Reuters, Indian Express, dan Business Standard

Berita Lainnya