sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Iran bersumpah akan membalas sanksi AS

Washington juga akan menjatuhkan sanksi kepada puluhan orang dan entitas yang terlibat dalam program nuklir, rudal, dan senjata Iran.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 21 Sep 2020 14:00 WIB
Iran bersumpah akan membalas sanksi AS

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, Amerika Serikat hanya akan mengalami kerugian dalam langkahnya untuk memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap negara itu.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Rouhani mengatakan Iran akan memberikan balasan kuat terhadap penindasan AS.

"AS hanya akan menghadapi kekalahan dan respons negatif dari komunitas internasional," jelas Rouhani.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menggambarkan upaya AS sebagai langkah sia-sia.

"Pendekatan AS merupakan ancaman utama bagi perdamaian dan keamanan internasional dan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi PBB dan Dewan Keamanan PBB (DK PBB)," jelas pernyataan Kemlu Iran.

Pemerintahan Donald Trump menuturkan, langkah-langkah sanksi itu diberlakukan kembali di bawah mekanisme kesepakatan yang telah dihentikan AS.

Inggris, Prancis, dan Jerman memprotes langkah tersebut. Mereka menyebut bahwa AS tidak memiliki wewenang untuk melakukan tindakan seperti itu.

Ketiga negara Eropa tersebut, bersama China, Rusia dan AS, adalah negara pihak dari kesepakatan penting (JCPOA) yang ditandatangani dengan Iran pada 2015 untuk mengekang program nuklirnya.

Sponsored

Namun, Presiden Donald Trump secara sepihak menarik AS dari JCPOA pada 2018.

Akibatnya, Iran mulai melanggar beberapa komitmen yang telah dibuatnya, termasuk memperkaya lebih banyak uranium dari yang sudah ditetapkan.

Menanggapinya, Washington menegaskan, negara itu harus dihukum dan menyatakan bahwa semua sanksi PBB yang telah ditangguhkan akan diberlakukan kembali  dan bahwa embargo senjata konvensional terhadap Iran tidak akan lagi berakhir pada 18 Oktober.

Meski begitu, pernyataan AS telah ditolak oleh hampir setiap anggota DK PBB. Badan tersebut belum mengambil tindakan lebih jauh.

Pada Minggu (20/9), seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa mulai Senin (21/9), Washington juga akan menjatuhkan sanksi kepada puluhan orang dan entitas yang terlibat dalam program nuklir, rudal, dan senjata Iran.

Reaksi dunia

Inggris dan Prancis, dua anggota tetap DK PBB, serta Jerman, mengatakan pernyataan Washington tidak dapat memiliki efek hukum karena AS menggunakan mekanisme dari kesepakatan yang telah ditinggalkannya.

"Setiap keputusan dan tindakan yang akan diambil berdasarkan prosedur ini tidak akan memiliki dampak hukum," kata ketiga negara tersebut dalam pernyataan bersama.

Selain Jerman, Inggris, dan Prancis, Rusia yang merupakan anggota tetap DK PBB pun bereaksi keras terhadap langkah Negeri Paman Sam.

"Inisiatif dan tindakan tidak sah AS tidak dapat menimbulkan konsekuensi hukum internasional bagi negara lain," jelas Kementerian Luar Negeri Rusia.

Setelah menarik diri dari JCPOA, AS secara sepihak mengembalikan sanksi terhadap Iran yang telah melumpuhkan ekonomi di negara itu, yang juga terpukul parah akibat Covid-19.

Sumber : BBC

Berita Lainnya