sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Iran buka semua masjid untuk sementara

Iran mencatat 109.286 kasus coronavirus jenis baru, 87.422 di antaranya sudah sembuh.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 12 Mei 2020 11:54 WIB
Iran buka semua masjid untuk sementara

Semua masjid di Iran akan dibuka kembali untuk sementara pada Selasa (12/5). Menurut media setempat, IRIB, hal tersebut merupakan bagian dari langkah lebih lanjut dalam rencana pemerintah untuk mengurangi pembatasan sosial yang bertujuan mengekang penyebaran coronavirus jenis baru.

Mengutip pernyataan direktur Islamic Development Organization Mohammad Qomi, IRIB menyebutkan, keputusan untuk membuka kembali masjid dibuat lewat konsultasi dengan kementerian kesehatan. 

Qomi menuturkan pada Senin bahwa masjid hanya akan dibuka selama tiga hari untuk memperingati malam-malam khusus selama Ramadan. Belum jelas apakah masjid akan tetap buka pada hari-hari berikutnya.

Langkah pembukaan masjid ini dilakukan meski beberapa wilayah di Iran mengalami peningkatan jumlah kasus infeksi.

Media lokal, Tasnim, melaporkan pada Minggu (10/5), sebuah county di barat daya Iran telah menerapkan lockdown. Gubernur Provinsi Khuzestan, tempat county itu berada, mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan tajam atas kasus-kasus baru di seluruh wilayahnya.

Pekan lalu, salat Jumat dilaksanakan di 180 kota di Iran setelah dua bulan ditiadakan. Dimulainya salat Jumat, yang masih dilarang di Teheran dan beberapa kota besar lainnya, menyusul pembukaan 132 masjid pada Senin lalu di wilayah yang secara konsisten bebas dari virus.

Presiden Hassan Rouhani melalui situs resmi kepresidenan pada Minggu mengumumkan bahwa sekolah-sekolah akan dibuka kembali pekan depan.

Iran telah mencabut larangan perjalanan antarkota dan ke mal, dengan pusat perbelanjaan terbesar di negara itu sudah beroperasi.

Sponsored

Fatalitas akibat Covid-19 di Iran meningkat 45 dalam 24 jam terakhir, menjadikan totalnya 6.685. Demikian diungkapkan juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianush Jahanpur.

Total terdapat 109.286 kasus coronavirus jenis baru di Iran, dengan 87.422 di antaranya sudah sembuh.

Iran, salah satu negara Timur Tengah yang paling terpukul Covid-19, telah mulai mengurangi pembatasan sosial demi mendukung ekonominya yang di lain sisi juga dihantam oleh sanksi-sanksi AS. Namun, para pejabat kesehatan telah berulang kali memperingatkan, pelonggaran pembatasan dapat menyebabkan lonjakan jumlah infeksi baru.

Presiden Rouhani telah mengumumkan perombakan kabinet dengan mengganti menteri industri, pertambangan, dan perdagangan. Keputusan yang diduga merupakan upaya untuk mendongkrak ekonomi. 

Sumber : Reuters

Berita Lainnya