sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Iran nilai PBB termakan hoaks soal kerja sama rudal dengan Korut

PBB tuding Iran-Korea Utara bangun kerja sama dalam proyek pengembangan rudal jarak jauh.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 09 Feb 2021 16:17 WIB
Iran nilai PBB termakan hoaks soal kerja sama rudal dengan Korut

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Iran dan Korea Utara (Korut) bekerja sama dalam proyek pengembangan rudal jarak jauh pada 2020. Pernyataan tersebut terdapat dalam laporan tahunan hasil penyelidikan panel independen ahli PBB yang diserahkan ke Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Senin (8/2).

"Kerja sama yang dilanjutkan ini dilaporkan telah mencakup pemindahan suku cadang penting, dengan pengiriman terbaru terkait dengan hubungan ini terjadi pada 2020," kata panel ahli independen yang memantau sanksi terhadap Korea Utara dalam laporan tersebut.

Korea Utara dan Iran disebut telah lama memiliki hubungan rahasia yang saling menguntungkan. Panel PBB menerima informasi yang menunjukkan bahwa Shahid Haj Ali Movahed Research Center di Iran menerima dukungan dan bantuan dari spesialis rudal asal Korea Utara untuk kendaraan peluncuran luar angkasa, dan bahwa Pyongyang terlibat dalam pengiriman tertentu ke Iran.

PPB tidak menjelaskan lebih jauh apa yang ada dalam pengiriman tersebut atau seberapa signifikan kerja sama pengembangan rudal bagi kedua negara. Namun, kerja sama Iran-Korea Utara dinilai mencerminkan kurangnya tekanan pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap kedua negara.

Hal ini diperkirakan juga akan mendorong pemerintahan Joe Biden untuk mempercepat strateginya terhadap dua negara yang dipandang sebagai negara sponsor teror.

Menanggapi tuduhan tersebut, Iran mengatakan kepada anggota panel tersebut bahwa tinjauan awal dari informasi yang diperoleh PBB dipenuhi oleh informasi dan data palsu alias hoaks.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, pemerintah sedang meninjau diplomasi Trump terhadap Korea Utara. Iran, lanjutnya, harus kembali mematuhi kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) sebelum Washington dapat mempertimbangkan keringanan sanksi terhadap Teheran.

Rezim Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memang telah memamerkan sejumlah model rudal balistik baru dalam beberapa bulan terakhir. (Bloomberg)

Sponsored
Berita Lainnya