sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Iran segera lepaskan tanker Inggris

Tanker Inggris bernama Stena Impero tersebut disita oleh Iran lebih dari dua bulan lalu.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Sep 2019 13:13 WIB
Iran segera lepaskan tanker Inggris

Iran mengatakan akan segera melepaskan tanker berbendera Inggris yang disita Pengawal Revolusi Iran (IRGC) lebih dari dua bulan lalu. Penyitaan ini telah memicu krisis dalam hubungan antara kedua negara.

Otoritas maritim di Iran mengatakan kepada Fars pada Minggu (22/9), tanker bernama Stena Impero itu akan segera dibebaskan.

"Setelah dikeluarkannya keputusan untuk mengakhiri penahanan tanker Inggris, Stena Impero, kapal ini akan segera bergerak dari pelabuhan Bandar Abbas menuju perairan internasional," kata Kepala Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran Allahmorad Afifipour.

Afifipour tidak memberikan rincian kapan tepatnya tanker itu akan dilepaskan.

Pernyataan itu mengonfirmasi pengumuman yang sebelumnya dikeluarkan Stena Bulk, perusahaan pemilik tanker tersebut.

"Pagi ini kami menerima informasi yang mengindikasikan bahwa Stena Impero akan segera dilepaskan," tutur Kepala Eksekutif Stena Bulk Erik Hannel pada Minggu.

Juru bicara Stena Bulk Will Marks sebelumnya mengatakan kapal itu masih ditahan dan negosiasi masih berlangsung.

"Kami belum mendapat konfirmasi resmi tentang kapan kapal akan berlayar keluar dari perairan Iran," ujar dia.

Sponsored

Stena Impero disita pada 19 Juli ketika melewati Selat Hormuz. Pejabat Iran mengklaim tanker itu telah melanggar aturan maritim internasional.

Pada saat itu, rekaman video yang dirilis oleh Iran menunjukkan pasukan IRGC turun dari helikopter untuk mengambil kendali tanker dan menahan 23 awaknya.

Sekitar dua pekan sebelum insiden itu, Royal Marines Inggris menyita supertanker Iran di lepas pantai Gibraltar. Kapal itu membawa 2,1 juta barel minyak mentah yang menurut pemerintah Inggris akan dijual ke Suriah. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap sanksi Uni Eropa.

Iran membantah bahwa penahanan Stena Impero merupakan langkah pembalasan atas penyitaan tankernya.

Setelah penyitaan Stena Impero, Inggris mendesak agar kapal-kapalnya menghindari Selat Hormuz untuk sementara waktu.

Amerika Serikat dan negara-negara di Teluk menyalahkan Iran atas sejumlah insiden termasuk dugaan penyerangan terhadap empat tanker minyak di Teluk Oman pada Mei dan kebakaran yang terjadi pada dua tanker di daerah yang sama pada Juni.

Pengadilan Gibraltar memerintahkan pembebasan tanker Iran, yang berganti nama menjadi Adrian Darya 1, pada 18 Agustus setelah menerima jaminan tertulis dari Teheran bahwa kapalnya tidak akan berbisnis dengan negara-negara yang terkena sanksi Uni Eropa. Teheran menyangkal membuat jaminan semacam itu.

Setelah Adrian Darya 1 dibebaskan, Inggris kembali menuduh tanker tersebut menjual minyak kepada Suriah.

Insiden di Selat Hormuz mendorong AS untuk membentuk aliansi dengan sejumlah negara seperti Bahrain, Australia, Arab Saudi, Inggris dan Uni Emirat Arab untuk apa yang mereka klaim menjaga keamanan maritim internasional. (The Guardian dan Reuters)

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB