logo alinea.id logo alinea.id

Iran tolak berunding jika AS belum cabut sanksi

Presiden Iran menuturkan bahwa AS memegang kunci untuk mendorong perubahan positif dalam relasi kedua negara.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 27 Agst 2019 16:16 WIB
Iran tolak berunding jika AS belum cabut sanksi

Pada Selasa (27/8), Presiden Hassan Rouhani menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berunding dengan Amerika Serikat sampai semua saksi terhadap Iran dicabut. Pernyataan tersebut datang sehari setelah Donald Trump membuka kemungkinan bertemu dengannya untuk mencoba meredakan konfrontasi antara kedua negara.

Senin (26/8), Trump menyatakan dirinya akan bertemu dengan Rouhani saat waktunya sudah tepat untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) dan kembali menerapkan sanksi terhadap Teheran.

"Iran selalu siap untuk mengadakan pembicaraan. Tetapi pertama-tama AS harus bertindak dengan mencabut semua sanksi yang tidak adil yang dikenakan kepada kami," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan di stasiun televisi pemerintah.

Rouhani menuturkan bahwa AS memegang kunci untuk mendorong perubahan positif dalam hubungan kedua negara.

"Tanpa pencabutan sanksi AS, tidak akan ada perubahan positif itu," lanjut dia. "Iran tidak menginginkan ketegangan dengan dunia. Kami ingin keamanan di Timur Tengah dan hubungan yang lebih baik dan bersahabat dengan negara lain."

Rouhani kembali menegaskan, Iran akan terus mengurangi komitmen pihaknya berdasarkan JCPOA sebagai pembalasan atas sanksi AS.

"Iran akan terus mengurangi komitmen berdasarkan JCPOA jika minat kami tidak dipenuhi," kata Rouhani.

JCPOA, yang disepakati antara Iran dan enam kekuatan dunia, dicapai di bawah pemerintahan Presiden AS Barack Obama. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi internasional terhadap negara itu.

Sponsored

Sejumlah negara Eropa yang terlibat dalam JCPOA telah berjuang untuk meredakan konfrontasi yang semakin dalam antara Iran dan AS.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin upaya untuk meredakan ketegangan dengan mengundang Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif ke KTT G7 di Biarritz, Prancis, pada Minggu (25/8).

Sejak menarik diri dari JCPOA pada 2018, Trump berupaya menekan dan memaksa Iran melakukan negosiasi ulang serta mengakhiri dukungan mereka terhadap sejumlah kelompok di Timur Tengah.

Trump dan Rouhani akan menghadiri Majelis Umum PBB pada September. Belum dapat dipastikan apakah keduanya akan bertatap muka.

Sumber : Reuters

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB