close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: Pixabay
icon caption
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Dunia
Jumat, 23 Februari 2024 11:09

Israel ciptakan malam terburuk di Rafah

Kehancuran dan penderitaan hebat serta ribuan kematian warga Palestina ini justru dibangga-banggakan seorang menteri Israel. 
swipe

Bom-bom Israel di Rafah meratakan sebuah masjid dan menghancurkan rumah-rumah. Penduduk menyebut serangan itu sebagai salah satu malam terburuk mereka.

Sementara pemimpin Hamas berada di Kairo untuk melakukan pembicaraan. Warga Gaza berharap dapat mencapai gencatan senjata pada waktunya untuk mencegah serangan besar-besaran terhadap kota tersebut.

Para pelayat meratapi setidaknya tujuh mayat di dalam kantong mayat, yang dibaringkan di atas jalan berbatu di luar kamar mayat di kota yang terletak dekat perbatasan Mesir.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan 97 orang dipastikan tewas dan 130 terluka dalam 24 jam terakhir serangan Israel, namun sebagian besar korban masih berada di bawah reruntuhan atau di daerah yang tidak dapat dijangkau oleh tim penyelamat.

Masjid al-Farouk di pusat Rafah diratakan menjadi lempengan beton, dan fasad bangunan di dekatnya hancur. Pihak berwenang mengatakan empat rumah hancur di selatan kota dan tiga di tengah kota.

Warga mengatakan pemboman itu adalah yang terberat sejak serangan Israel di kota itu sepuluh hari lalu yang membebaskan dua sandera dan menewaskan sejumlah warga sipil.

“Kami tidak bisa tidur, suara ledakan dan deru pesawat di atas tidak berhenti,” kata Jehad Abuemad, 34, yang tinggal bersama keluarganya di tenda. “Kami bisa mendengar anak-anak menangis di tenda-tenda terdekat, orang-orang di sini putus asa dan tidak berdaya dan Israel menunjukkan kekuatannya terhadap mereka.”

Kehancuran dan penderitaan hebat serta ribuan kematian warga Palestina ini justru dibangga-banggakan seorang menteri Israel. 

Menteri Kesetaraan Sosial dan Kemajuan Perempuan Likud MK May Golan mengatakan pada hari Rabu bahwa dia “secara pribadi bangga dengan reruntuhan Gaza” dalam pidatonya yang penuh dengan retorika kekerasan.

“Saya secara pribadi bangga dengan reruntuhan Gaza, dan bahwa setiap bayi, bahkan 80 tahun dari sekarang, akan menceritakan kepada cucu-cucu mereka apa yang dilakukan orang-orang Yahudi,” katanya pada sidang di Knesset mengenai mosi untuk mengusir MK Ofer Cassif atas dukungannya terhadap Kasus Afrika Selatan melawan Israel di Mahkamah Internasional.

Para analis yakin, lebih dari separuh infrastruktur Gaza telah hancur akibat serangan Israel, dengan 29.000 bom yang belum pernah terjadi sebelumnya dijatuhkan di wilayah tersebut hanya dalam waktu empat bulan.

Dalam pidato yang sama, politikus tersebut melanjutkan dengan berbicara tentang "pemenggalan" kepala Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza.

“Kami tidak malu untuk mengatakan bahwa kami ingin melihat tentara IDF, pahlawan suci kami, menangkap telinga Sinwar dan terorisnya dan menyeret mereka melintasi Jalur Gaza ke ruang bawah tanah otoritas penjara," katanya. 

Ini bukan pertama kalinya menteri dari kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu menggunakan bahasa yang mengerikan kemanusiaan.

The Guardian pada 2023 melaporkan, politikus itu  menyebut pengungsi dari Afrika sebagai penyusup Muslim, penjahat, dan pemerkosa. Ia pun menegaskan bahwa dia "bangga menjadi seorang rasis".​(guardian,alarabiya)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan