sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Israel kerahkan agen intelijen dalam perang lawan Covid-19

Israel mencatat lebih dari 300 kasus positif coronavirus jenis baru.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 17 Mar 2020 22:22 WIB
Israel kerahkan agen intelijen dalam perang lawan Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Pemerintah Israel telah menyetujui langkah-langkah darurat untuk melacak orang-orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus jenis baru dengan memantau ponsel mereka.

Kabinet menyetujui penggunaan teknologi, yang awalnya dikembangkan untuk tujuan kontraterorisme, ini dengan suara bulat pada Selasa (17/3) pagi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pertama kali mengangkat isu ini selama akhir pekan. Dia mengatakan bahwa pihak berwenang akan menggunakan data untuk memberi tahu orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus, dan juga untuk menegakkan perintah karantina.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Senin (16/3) malam, Netanyahu menuturkan bahwa pemantauan siber akan berlaku selama 30 hari.

"Israel adalah negara demokrasi dan kami harus menjaga keseimbangan antara hak-hak sipil dan kebutuhan publik," ujar PM Netanyahu. "Ini akan sangat membantu kita menemukan orang-orang yang sakit dan menghentikan penyebaran virus."

PM Netanyahu meloloskan upaya ini dari prosedur persetujuan Knesset di bawah peraturan darurat.

Hingga berita ini diturunkan, Israel mencatat lebih dari 300 kasus positif coronavirus jenis baru.

Asosiasi Hak Sipil di Israel menilai bahwa keterlibatan agen keamanan internal negara itu, Shin Bet, dengan kekuatan baru adalah preseden berbahaya dan seharusnya diputuskan lewat perdebatan panjang bukan diskusi singkat.

Sponsored

Shin Bet sendiri pada Selasa (17/3) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah diamanatkan untuk mengumpulkan informasi demi memerangi penyebaran coronavirus jenis baru. 

"Pemerintah memberi otorisasi Shin Bet untuk menempatkan teknologi canggihnya dalam upaya mengurangi penyebaran coronavirus," sebut Shin Bet dalam pernyataannya.

Kantor PM Netanyahu menolak memberi rincian tentang teknik pemantauan yang akan digunakan.

Penerapan langkah tersebut terjadi tidak hanya saat Israel tengah berjuang melawan coronavirus jenis baru, tapi juga ketika Israel tengah berada di bawah krisis politik berkelanjutan, di mana Netanyahu tengah memimpin pemerintahan sementara. 

Rival Netanyahu, Benny Gantz, saat ini tengah ditunjuk untuk membentuk pemerintahan pascapemilu pada awal Maret. Belum jelas apakah Gantz mendapat cukup dukungan dari anggota parlemen.

Di tengah pandemi coronavirus jenis baru, Israel telah menutup banyak tempat termasuk hotel, kafe, restoran, bioskop, teater, dan pusat-pusat perbelanjaan. Seluruh pendatang dari luar negeri diwajibkan mengisolasi diri selama dua minggu.

Pada Senin malam, Netanyahu juga mengumumkan akan menerapkan cuti satu bulan bagi sebagian besar tenaga kerja sektor publik dan mengurangi kehadiran karyawan sektor swasta hingga 30%. (The Guardian dan France 24)

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya

Fanatisme Bisa Merusak Kemajemukan

Sabtu, 05 Des 2020 04:13 WIB

Begini penampakan vivo X60 Pro

Jumat, 04 Des 2020 16:43 WIB