sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Israel klaim tewaskan 15 militan Hamas dalam serangan balasan

Serangan udara Israel merupakan tanggapan atas tindakan Hamas yang menembakkan puluhan roket ke arah Israel.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 11 Mei 2021 16:13 WIB
Israel klaim tewaskan 15 militan Hamas dalam serangan balasan

Israel kembali meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Selasa (11/5) pagi waktu setempat. Serangan tersebut diklaim menargetkan kediaman seorang komandan lapangan Hamas. 

Serangan udara Israel tersebut merupakan tanggapan atas tindakan Hamas yang menembakkan puluhan roket ke arah wilayahnya.

Ini merupakan eskalasi yang dipicu ketegangan berminggu-minggu di Yerusalem Timur yang diperebutkan.

Sejak matahari terbenam pada Senin (10/5), ketika pertempuran lintas perbatasan meletus, 24 warga Palestina, termasuk sembilan anak, telah tewas di Jalur Gaza.

Otoritas kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyatakan, sebagian besar korban tewas karena terkena serangan udara Israel. 

Di sisi lain, militer Israel mengklaim, 15 orang yang tewas merupakan militan Hamas. Selama periode sama, militan Gaza menembakkan lebih dari 200 roket ke Israel dan melukai enam warga sipil dalam serangan langsung ke apartemen.

Sebelumnya terjadi bentrokan selama berjam-jam antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel, terutama di Yerusalem juga di Tepi Barat. Lebih dari 700 warga Palestina terluka, termasuk hampir 500 orang yang dirawat di rumah sakit.

Ketika kerusuhan mulai meluas, ratusan penduduk komunitas Arab di seluruh Israel berdemonstrasi menentang situasi di Yerusalem, salah satu protes terbesar oleh warga Palestina di Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Sponsored

Kekerasan saat ini dipicu klaim yang saling bertentangan atas Yerusalem, rumah bagi situs suci utama Islam, Yudaisme, dan Kristen. 

Pada masa lalu, pertempuran lintas batas antara Israel dan Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza, biasanya akan berakhir setelah beberapa hari, seringkali dibantu mediasi di balik layar oleh Qatar, Mesir, dan negara Arab lainnya. 

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin memperingatkan, pertempuran dapat berlanjut untuk beberapa waktu.

Letnan Kolonel Jonathan Conricus, seorang juru bicara militer Israel, kepada wartawan pada Selasa mengatakan, pihaknya berada dalam tahap awal serangan terhadap sasaran di Jalur Gaza.

Ketegangan di Yerusalem bertepatan dengan dimulainya Ramadan pada pertengahan April. Para kritikus menilai, tindakan polisi yang kejam membantu memicu kerusuhan malam hari, termasuk keputusan untuk sementara waktu menutup tempat berkumpul malam hari yang populer di mana penduduk Palestina akan bertemu setelah melakukan salat Isya.

Titik nyala kekerasan lainnya adalah lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem, di mana puluhan orang Palestina digusur para pemukim Yahudi.

Selama akhir pekan, konfrontasi meletus di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem timur, yang direbut dan dianeksasi Israel dalam perang pada 1967.

Selama empat hari berturut-turut, polisi Israel menembakkan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet ke arah warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa. Ratusan warga Palestina terluka dan mesti dirawat di rumah sakit.

Pada Senin malam, Hamas mulai menembakkan roket dari Jalur Gaza setelah memberi Israel batas waktu untuk menarik pasukan keamanan Israel dari kompleks masjid tersebut. Sejak saat itu, eskalasi terjadi dengan cepat.

Conricus mengatakan, militan Hamas menembakkan lebih dari 200 roket ke Israel. Sekitar sepertiganya gagal dan mendarat di Gaza. (ABC News)

Berita Lainnya