sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Israel-UEA capai kesepakatan untuk perbaiki hubungan

Kesepakatan ini merupakan yang ketiga bagi Israel dengan Arab.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 14 Agst 2020 19:41 WIB
Israel-UEA capai kesepakatan untuk perbaiki hubungan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) mencapai kesepakatan untuk menormalkan hubungan, dengan Israel setuju menangguhkan rencana mencaplok wilayah Tepi Barat.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Kamis (13/8) menyatakan, UEA dan Israel mencapai kesepakatan bersejarah, menyebutnya sebagai terobosan menuju perdamaian.

Hingga saat ini, Israel belum memiliki hubungan diplomatik dengan negara-negara Teluk.

Para pemimpin Palestina dilaporkan terkejut mendengar kabar tersebut. Seorang Juru bicara Presiden Mahmoud Abbas mengatakan, kesepakatan itu sama dengan pengkhianatan.

Terlebih lagi, Palestina bahkan menarik duta besarnya untuk UEA.

Presiden Trump menyebut, kesepakatan antara Perdana Menteri Netanyahu dan Putra Mahkota Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebagai momen yang benar-benar bersejarah. Ini menandai kesepakatan damai ketiga Israel-Arab sejak deklarasi kemerdekaan Israel pada 1948, setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

"Saya berharap lebih banyak negara Arab dan muslim akan mengikuti langkah UEA," katanya kepada wartawan di Oval Office.

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Netanyahu mengatakan, dia telah menunda rencana aneksasi Tepi Barat. Aneksasi akan membuat sebagian wilayah Tepi Barat secara resmi menjadi bagian dari Israel.

Sponsored

"Tidak ada perubahan dalam rencana saya untuk menerapkan kedaulatan kami ke Yudea dan Samaria (Tepi Barat) dalam koordinasi penuh dengan AS. Saya berkomitmen untuk itu dan rencananya tidak berubah," tuturnya.

Netanyahu melanjutkan, Israel akan bekerja sama dengan UEA dalam mengembangkan vaksin coronavirus baru (Covid-19), energi, air, dan perlindungan lingkungan.

Para pengamat menilai, kesepakatan Israel-UEA bisa menjadi semacam kemenangan kebijakan luar negeri bagi Trump, yang akan bertanding dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada November 2020.

Baik popularitas Trump maupun Netanyahu telah menurun jauh karena tanggapan mereka terhadap pandemi Covid-19.

Duta Besar UEA untuk AS, Yousef Al Otaiba, mengatakan, kesepakatan dengan Israel adalah kemenangan bagi diplomatik dan kawasan.

"Ini adalah kemajuan signifikan dalam hubungan Arab-Israel yang menurunkan ketegangan dan menciptakan energi baru yang positif," sambung Dubes Yousef.

Penasihat senior Trump, Jared Kushner, berkeyakinan, Israel tidak akan melanjutkan rencana aneksasi apa pun sebelum membahasnya terlebih dahulu dengan AS.

Dalam beberapa minggu mendatang, delegasi dari Israel dan UEA akan bertemu untuk menandatangani kesepakatan bilateral mengenai investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan, telekomunikasi, teknologi, energi, perawatan kesehatan, budaya, lingkungan, pembentukan kedutaan timbal balik, dan bidang lainnya.

Israel juga akan menangguhkan deklarasi kedaulatan atas wilayah Tepi Barat.

Sementara itu, Palestina memperingatkan, aneksasi akan menghancurkan harapan mereka menjadi negara merdeka dan melanggar hukum internasional.

Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, menuturkan, kesepakatan antara UEA dan Israel merupakan langkah yang sangat berani untuk menghentikan "bom waktu" dari aneksasi Israel di Tepi Barat. Dia menegaskan, UEA melihat ini sebagai pembatalan rencana aneksasi, bukan penangguhan.

Pernyataan bersama Israel-UEA mengatakan, Israel akan fokus memperluas hubungan dengan negara-negara Arab lainnya dan AS serta UEA akan bekerja untuk mencapai tujuan itu. (BBC)

Berita Lainnya