logo alinea.id logo alinea.id

Isu keamanan mengemuka, proyek Terusan Kra tertunda

Pengamat keamanan di Thailand menyatakan proyek tersebut sangat riskan dalam hal keamanan, terutama terkait konflik di Thailand selatan.

Dika Hendra
Dika Hendra Senin, 12 Feb 2018 20:41 WIB
Isu keamanan mengemuka, proyek Terusan Kra tertunda

Pemerintah Junta Militer Thailand menyatakan mereka tidak memprioritaskan pembangunan Terusan Kra sebagai program utama. Mereka juga belum menyiapkan kebijakan khusus mengenai proyek yang menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik.

Panjang Terusan Kra yang akan dibangun sekitar 50 hingga 100 km, tergantung rute yang dipilih dengan kedalaman terusan mencapai 25 meter. China pun disebut serius ingin menggarap proyek Terusan Kra. Bahkan, mereka akan mempekerjakan 5.000 orang dan menggelontorkan dana mencapai US$30 miliar atau setara dengan Rp428 triliun.

Juru bicara Pemerintah Thailand Letnan Jenderal Sansern Kaewkamnerd mengungkapkan, Perdana Menteri (PM) Prayut Chan-O-Cha bersikeras kalau pemerintahannya tidak memiliki kebijakan mengenai proyek tersebut. “Masih banyak permasalahan di wilayah tersebut. Permasalahan tersebut harus menjadi prioritas,” ujar Sansern dilansir dari Channel News Asia, Senin (12/2).

Pernyataan tersebut merespons kelompok yang mendukung pembangunan dan pengembangan Terusan Kra yang dipimpin tokoh berpengaruh di Thailand. Kelompok tersebut mendorong publik untuk berbagi pemikiran secara online mengenai proyek itu.

Sansern menyarankan masyarakat di Thailand selatan untuk menahan diri dan berhati-hati mengenai dukungan terhadap proyek Terusan Kra. Apalagi, hal tersebut dianggap bisa memicu kesalahpahaman di antara masyarakat. “Saat ini, pemerintah masih mempertimbangkan dampak positif dan negatif pembangunan terusan tersebut,” ujarnya.

Menurut Sansern, sejumlah isu harus dipertimbangkan, termasuk anggaran proyek dan keamanan.

Bagi pendukung proyek Terusan Kra, mereka berpandangan semakin cepat konstruksi proyek dikerjakan, dinilai akan memperkuat industri pelayaran Thailand. Namun, para pengamat keamanan di Thailand menyatakan proyek tersebut sangat riskan dalam hal keamanan. Konflik di Thailand selatan telah berlangsung selama dua dekade antara pasukan keamanan dan gerilyawan. Mereka juga khawatir kalau pembangunan terusan akan memisahkan Thailand menjadi dua bagian dan itu bisa memicu gelombang kemerdekaan di Thailand selatan.

Sebenarnya, proposal pembangunan Terusan Kra telah diajukan satu dekade lalu kepada Pemerintah Thailand. “PM Prayuth menegaskan gerakan pro Terusan Kra belum disepakati oleh pemerintah dan proyek itu masih ditunda,” jelasnya.

Sponsored

Sebelumnya pada awal 2016, mantan PM Tanin Kraivixien yang mendukung pembangunan Terusan Kanal menyerahkan surat terbuka kepada Jenderal Prayuth. Dalam surat itu, Prayuth diminta untuk mengkaji dampak proyek Terusan Kra. “Proyek itu sebaiknya ditunda karena memiliki dampak serius terhadap hubungan internasional dan faktor keamanan,” ungkap Tanin.