sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Italia ancam ambil langkah hukum atas penundaan vaksin Covid-19

Uni Eropa akan menggunakan cara hukum untuk memastikan perusahaan farmasi menghormati kontrak pasokan vaksin Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 25 Jan 2021 13:49 WIB
Italia ancam ambil langkah hukum atas penundaan vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Italia mengancam akan mengambil langkah hukum dan meningkatkan tekanan di Brussels terhadap produsen vaksin Pfizer dan AstraZeneca. Hal tersebut, atas penundaan pengiriman vaksin Covid-19 mereka masing-masing.

Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, pada Minggu (24/1) menyatakan, bahwa langkah itu akan diambil demi mengamankan pasokan vaksin Covid-19 yang sebelumnya telah disepakati.

Dalam sebuah wawancara di televisi milik pemerintah, RAI, Di Maio menuturkan, tujuannya adalah agar perusahaan farmasi memenuhi volume vaksin yang telah dijanjikan dan tidak mencari kompensasi.

"Ini adalah kontrak Eropa yang tidak dihormati oleh Pfizer dan AstraZeneca. Oleh karena itu, kami akan mengambil tindakan hukum ... kami sedang bekerja agar program rencana vaksin kami tidak berubah," tuturnya.

Pfizer mengatakan, pekan lalu bahwa pihaknya sedang memperlambat pengiriman pasokan vaksin ke Eropa untuk membuat perubahan manufaktur yang akan meningkatkan produksi.

Sementara itu, pada Jumat (22/1), AstraZeneca mengatakan, pengiriman awal ke wilayah tersebut akan ditunda karena masalah produksi.

Ketika ditanya mengapa menurutnya kedua perusahaan farmasi tersebut terpaksa mengumumkan pengurangan pasokan, Di Maio mengatakan, bahwa dia yakin mereka menyanggupi janji yang tidak dapat ditepati.

"Italia mengaktifkan semua saluran sehingga Komisi Uni Eropa melakukan semua yang bisa dilakukan untuk membuat perusahaan-perusahaan ini menghormati kontrak mereka," lanjutnya.

Sponsored

Tidak ada yang segera berkomentar di Pfizer dan AstraZeneca pun belum menanggapi ancaman dari Italia.

Selain itu, pada Minggu, Presiden Dewan Eropa Charles Michel menegaskan, Uni Eropa akan menggunakan cara hukum untuk memastikan perusahaan farmasi menghormati kontrak pasokan vaksin Covid-19.

"Kami berencana untuk membuat perusahaan farmasi menghormati kontrak yang telah mereka tandatangani ... dengan menggunakan cara legal yang kami miliki," ungkap Michel.

Sky Italia TV, mengutip Pfizer pada Minggu, mengatakan bahwa pemotongan yang mereka maksud terkait jumlah botol yang dikirim dan bukan jumlah dosis vaksin.

Menurut Pfizer, pengiriman pasokan akan kembali normal pada minggu depan.

Pada Sabtu (23/1), Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengatakan, penundaan pasokan vaksin merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan pelanggaran serius terhadap kewajiban kontrak.

PM Conte menambahkan, Italia akan menggunakan semua perangkat hukum yang tersedia untuk meminta pertanggungjawaban.

Berbicara di TV Italia pada Minggu, Wakil Menteri Kesehatan Italia, Pierpaolo Sileri menyebut, bahwa pemotongan pasokan vaksin yang diumumkan oleh Pfizer dan AstraZeneca akan menghentikan kampanye vaksinasi bagi warga berumur 80 tahun ke atas di Italia untuk sekitar empat minggu.

"Penundaan semacam ini memengaruhi seluruh Eropa dan sebagian besar dunia, tetapi saya yakin penundaan itu dapat diperbaiki lebih lanjut," katanya. (Reuters)

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB