sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19: Italia catat kematian harian terendah sejak 9 Maret

Total kasus Covid-19 di Italia adalah yang terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Spanyol.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 04 Mei 2020 11:01 WIB
Covid-19: Italia catat kematian harian terendah sejak 9 Maret
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Badan Perlindungan Sipil Italia pada Minggu (3/5) melaporkan 174 kasus kematian baru akibat Covid-19, menurun dari 474 yang dicatat sehari sebelumnya.

Kasus kematian pada Minggu merupakan yang terendah sejak lockdown atau karantina wilayah diterapkan pada 9 Maret.

Selain itu, otoritas kesehatan mencatat 1.389 kasus baru infeksi, turun dari 1.900 sehari sebelumnya. Jumlah itu membuat total kasus positif Covid-19 di Italia menyentuh 210.717.

Dari total kasus infeksi, 28.884 pasien meninggal dan 81.654 lainnya dinyatakan sembuh.

Total kasus coronavirus jenis baru di Italia adalah yang terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Spanyol. Sementara fatalitasnya adalah yang tertinggi kedua di dunia setelah AS.

Badan Perlindungan Sipil mengumumkan bahwa pada Minggu, tercatat 1.501 pasien Covid-19 dirawat di unit perawatan intensif (ICU), turun dari 1.539 pada hari sebelumnya.

Lebih lanjut, badan itu mengatakan, 1.457.000 orang telah menjalani uji Covid-19 pada Minggu, meningkat dari 1.430.000 sehari sebelumnya.

Perdana Menteri Giuseppe Conte sebelumnya mengumumkan akan mulai melonggarkan sejumlah pembatasan sosial pada Senin (4/5).

Sponsored

Dalam wawancara dengan surat kabar La Stampa pada Minggu, PM Conte mengatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan sejumlah bisnis untuk diizinkan kembali beroperasi lebih awal jika tanda-tanda penyebaran Covid-19 secara konsisten mereda selama beberapa hari ke depan.

Pemerintah Italia berusaha mengatasi dampak ekonomi dengan mengeluarkan paket stimulus US$27,5 miliar pada Maret dan berencana untuk menerbitkan paket bantuan tambahan senilai US$60,18 miliar. (Bloomberg, Euro News, dan Reuters)

Berita Lainnya