sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Italia catat kematian terendah dalam 6 hari

Sebanyak 727 pasien meninggal pada Rabu (1/4), turun dari 837 pada hari sebelumnya.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 02 Apr 2020 10:12 WIB
Italia catat kematian terendah dalam 6 hari
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Badan Perlindungan Sipil Italia melaporkan bahwa jumlah kasus kematian harian akibat Covid-19 pada Rabu (1/4) adalah yang terendah dalam enam hari terakhir.

Sebanyak 727 pasien meninggal pada Rabu, turun dari 837 pada hari sebelumnya. Secara total, angka kematian akibat coronavirus jenis baru di Italia 13.155, menyumbang sekitar 30% dari total fatalitas global.

"Para ahli mengatakan bahwa kami berada di jalur yang benar dan langkah-langkah drastis yang kami ambil mulai membuahkan hasil," kata Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza.

Dia memperingatkan warga Italia untuk tetap waspada dan tidak berpuas diri karena pertempuran melawan Covid-19 masih panjang.

Meskipun jumlah kematian menurun, kasus infeksi baru naik menjadi 4.782 pada Rabu dibandingkan dengan 4.053 pada Selasa (1/4) dan 4.050 pada Senin (31/3). Sejak pertama kali mendeteksi virus pada 21 Februari, terdapat 110.574 kasus positif Covid-19 di Italia, 16.847 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Lockdown atau karantina wilayah skala nasional yang berlaku sejak 9 Maret seharusnya berakhir pada Jumat (3/4), tetapi Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan bahwa pembatasan akan tetap berlaku sampai setidaknya 13 April.

"Jika kita berhenti mengikuti peraturan dan melonggarkan pembatasan, maka semua pengorbanan yang selama ini diambil akan sia-sia," kata dia dalam konferensi pers pada Rabu.

Conte menambahkan, pemerintah hanya akan mulai melonggarkan pembatasan jika mendapat persetujuan dari para penasihat kesehatan.

Sponsored

Penelitian dari lembaga analisis data yang berbasis di Italia, INTWIG, menyatakan bahwa jumlah kematian di Lombardy, wilayah di utara yang terpukul parah, jauh lebih tinggi daripada yang tercatat secara resmi.

Menurut INTWIG, di sekitar Kota Bergamo, lebih dari 4.500 orang meninggal karena coronavirus jenis baru pada Maret. Sementara hanya 2.060 yang tercatat dalam data resmi milik Badan Perlindungan Sipil.

Mengutip data yang diberikan oleh seorang profesor di Bergamo University, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar korban di kota itu merupakan lansia yang meninggal di panti jompo atau rumah mereka sendiri.  (Reuters dan The Guardian)

Berita Lainnya