sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Italia, Jerman, Spanyol hingga China kritik penarikan diri AS dari WHO

Keputusan penarikan AS dari WHO sebagai langkah yang sangat salah.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 09 Jul 2020 12:19 WIB
Italia, Jerman, Spanyol hingga China kritik penarikan diri AS dari WHO
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Sejumlah sekutu penting Amerika Serikat pada Rabu (8/7) mengecam rencana penarikan negara tersebut dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza menyebut keputusan penarikan AS sebagai langkah yang sangat salah.

"Krisis kesehatan global ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan WHO yang lebih kuat, bukan lebih lemah," kata dia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengecam keputusan Washington. Dia menekankan bahwa di saat-saat genting seperti sekarang, dunia membutuhkan kerja sama global yang lebih kuat untuk memerangi pandemik.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha González Laya mengatakan, WHO membutuhkan otonomi yang lebih luas dan dunia perlu bekerja sama untuk mengatasi baik Covid-19 maupun pandemik-pandemik lain yang dapat muncul di masa yang akan datang.

Selain sekutu AS, China pun mengkritik langkah penarikan diri tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada Rabu menyatakan, langkah pemerintahan Presiden Donald Trump adalah bukti nyata bahwa negara tersebut menjunjung unilateralisme.

Negeri Paman Sam, yang menghadapi kritik karena penanganannya terhadap coronavirus jenis baru, menyalahkan krisis kesehatan akibat pandemik Covid-19 pada China.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kembali menyatakan WHO telah gagal menanggapi pandemik sejak terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Sponsored

Pompeo menuduh WHO memiliki sejarah panjang terkait korupsi dan politisasi dalam menangani krisis kesehatan global lainnya.

"Kami berfokus pada kegagalan yang terjadi di Wuhan dan ketidakmampuan WHO untuk mencegah penyebaran pandemik ini," kata Pompeo.

PBB dan Kementerian Luar Negeri AS pada Selasa (7/7) mengumumkan, Washington telah mengirimkan pemberitahuan resmi bahwa AS akan menarik diri dari WHO dalam waktu satu tahun.

Pemberitahuan tersebut menyusul janji Presiden Trump pada Mei. Dia menegaskan AS akan mengakhiri partisipasi di WHO.

"Presiden Trump telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa AS tidak akan menjadi bagian dari organisasi yang tidak kompeten dan gagal melakukan fungsi fundamentalnya," tutur Menlu Pompeo.

Rival Trump di Pilpres 2020 dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, telah bersumpah untuk membatalkan keputusan itu jika dia terpilih menjadi presiden.

Para kritikus bersikeras bahwa penarikan diri AS dari WHO akan memiliki dampak negatif bagi negara tersebut dalam hal perawatan kesehatan global.

Pejabat WHO telah menolak untuk mengomentari langkah AS, mengatakan bahwa mereka belum secara langsung menerima pemberitahuan resmi terkait penarikan diri.

WHO sebelumnya menyebut bahwa hilangnya AS sebagai kontributor dana utama dan penyumbang tenaga ahli, seperti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), akan sangat merugikan mereka. Washington menyalurkan lebih dari US$450 juta untuk WHO setiap tahunnya. (Associated Press)

Berita Lainnya