sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jelang dialog dengan AS, Korea Utara tembakkan dua proyektil

Pemerintah Jepang mengatakan, proyektil itu diduga merupakan rudal balistik.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 02 Okt 2019 09:32 WIB
Jelang dialog dengan AS, Korea Utara tembakkan dua proyektil

Korea Utara meluncurkan dua proyektil, yang salah satunya mendarat di perairan dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang. Demikian disampaikan pemerintah Jepang pada Rabu (2/10).

Peluncuran terjadi setelah Korea Utara dan Amerika Serikat dilaporkan akan melanjutkan pembicaraan nuklir tingkat kerja pada akhir pekan ini.

Pemerintah Jepang mengatakan, proyektil itu diduga merupakan rudal balistik. Tidak ada laporan kerusakan kapal atau pesawat.

"Salah satu (proyektil) diyakini jatuh ke perairan di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang," ungkap juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga. "Proyektil jatuh pada pukul 07.27."

Berbagai laporan menyebutkan bahwa proyektil lainnya mendarat di laut lepas pantai Prefektur Shimane.

Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menuturkan, Korea Utara telah menembakkan proyektil tidak dikenal dari Wonsan di Provinsi Gangwon ke arah laut di sebelah timur. Seoul menekankan bahwa pihaknya mengawasi dengan saksama kemungkinan peluncuran tambahan.

Penjaga pantai Jepang mendesak kapal-kapa di wilayah Laut Jepang atau dikenal pula sebagai Laut Timur untuk memperhatikan informasi lebih lanjut dan tidak mendekati puing-puing proyektil.

Peluncuran kali ini merupakan yang kesembilan kalinya sejak Donald Trump bertatap muka dengan Kim Jong-un di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada Juni. 

Sponsored

Pembicaraan antara Washington dan Pyongyang yang bertujuan membongkar program nuklir dan rudal Korea Utara telah terhenti sejak KTT kedua Trump-Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, pada Februari berakhir tanpa kesepakatan.

Boleh jadi, peluncuran ini merupakan bentuk kemarahan Pyongyang setelah kemarin Seoul memamerkan jet tempur siluman F-35 pabrikan AS yang baru mereka beli. Jet-jet tersebut mengudara menyusul upacara Hari Angkatan Bersenjata.

Korea Utara mengutuk akuisisi F-35 sebagai provokasi besar yang melanggar perjanjian antar-Korea yang bertujuan menurunkan ketegangan militer.

Harry J Kazianis, direktur senior studi Korea di Centre for the National Interest di Washington menilai bahwa hari ini Korea Utara membuat posisi negosiasi yang cukup jelas jelang pembicaraan pada akhir pekan.

"Pesan Korea Utara jelas: kapasitas kami untuk memicu masalah meningkat dari hari ke hari ... Jika perundingan gagal sekali lagi, Korea Utara akan melakukan lebih banyak uji coba rudal, seperti halnya hari ini dan mungkin saja uji coba senjata nuklir," kata Kazianis. (The Guardian dan Reuters)