sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jelang Olimpiade, Jepang kekurangan stok vaksin Covid-19

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, diminta mengakui penanganannya terhadap situasi ini telah menyebabkan kebingungan.

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Senin, 12 Jul 2021 11:32 WIB
Jelang Olimpiade, Jepang kekurangan stok vaksin Covid-19

Gubernur prefektur Jepang meminta pemerintah pusat mengatasi kekurangan pasokan vaksin Covid-19 dan menerapkan stimulus besar guna meningkatkan ekonomi lokal yang dilanda pandemi.

Dalam proposal kebijakan, Asosiasi Gubernur Nasional juga menyerukan langkah-langkah antivirus menyeluruh selama Olimpiade Tokyo yang akan dibuka 23 Juli 2021, termasuk membatasi aktivitas atlet asing.

Minggu (11/7), para gubernur mengeluarkan proposal di tengah meningkatnya kebingungan di garis depan inokulasi karena kurangnya pasokan vaksin di Jepang.

Para gubernur mengatakan, pemerintah daerah terpaksa menangguhkan penerimaan janji untuk vaksinasi Covid-19, serta membatalkan janji, setelah negara bagian menekan otoritas lokal mempercepat kecepatan pemberian suntikan.

Proposal tersebut mendesak, Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, diminta mengakui bahwa penanganannya terhadap situasi tersebut telah menyebabkan kebingungan.

Meskipun, pemerintah setempat telah berusaha memenuhi tujuan untuk menyelesaikan inokulasi semua orang di negara itu yang ingin menerima suntikan pada Oktober atau November tahun ini.

Gubernur Ishikawa Masanori Tanimoto, salah satu dari 41 kepala dari 47 prefektur negara itu yang ambil bagian dalam pertemuan online mengatakan, "Kami tidak punya pilihan selain membatasi penerimaan penunjukan karena pasokan yang tidak memenuhi permintaan." Situasi seperti itu  mengancam "menurunkan harapan orang untuk vaksinasi dini," tambah Tanimoto.

Beberapa gubernur juga mengkritik penanganan pemerintah terhadap vaksinasi di tempat kerja. "Sebagai hasil dari pengaturan sistem dasar siapa cepat dilayani, perusahaan besar memulai vaksinasi lebih awal sementara perusahaan kecil dan menengah terpaksa menangguhkan penerimaan janji," kata Gubernur Yamanashi Kotaro Nagasaki.

Sponsored

Proposal tersebut juga berisi permintaan untuk menerapkan paket stimulus ekonomi utama dikarenakan ekonomi lokal yang sangat terpukul oleh pandemi yang berkepanjangan.

Para gubernur mendesak pemerintah untuk segera merumuskan anggaran tambahan dan melakukan langkah-langkah ekonomi yang berani untuk mendukung berbagai macam bisnis. (Sumber japantoday.com)

Berita Lainnya