Dunia / Thailand

Jelang pemilu Thailand, klan Shinawatra dirikan partai baru

Pemerintahan junta militer Thailand menyatakan pemilu kemungkinan akan digelar antara Februari dan Mei 2019.

Jelang pemilu Thailand, klan Shinawatra dirikan partai baru Thaksin Shinawatra. IG/@thaksinislive

Pemerintahan junta militer Thailand menjanjikan akan melaksanakan pemilihan umum antara Februari dan Mei 2019.

Perlombaan ini merupakan kontes antara angkatan bersenjata yang didukung kerajaan dengan kekuatan politik sipil yang dipimpin oleh Partai Puea Thai yang digulingkan kerajaan pada kudeta 2014 silam.

Tidak ingin kehilangan momentum menjelang pemilu tahun depan, klan Shinawatra membentuk partai politik baru.

Partai baru tersebut dinamakan Partai Thai Raksa Chart dengan anggota yang terdiri dari kerabat, sepupu, serta sekutu politik dari kakak-beradik Thaksin dan Yingluck Shinawatra.

Mantan anggota legislatif dari Partai Puea Thai Preechapol Pongpanich telah ditunjuk untuk memimpin partai baru klan Shinawatra ini. Partai Puea Thai sendiri sebelumnya merupakan kendaraan politik Thaksin dan Yingluck.

"Ini merupakan strategi politik Puea Thai untuk menyusupi sistem pemilu baru demi memenangkan banyak kursi," tutur pakar politik Yuttaporn Issarachai.

Lebih lanjut Yuttaporn mengatakan, partai baru tersebut dapat bertindak sebagai 'pemain cadangan' kalau-kalau pemerintah membubarkan Puea Thai. 

Puea Thai terancam dibubarkan jika Komisi Pemilihan Umum Thailand menemukan bukti bahwa partai tersebut masih dikontrol oleh Thaksin dan Yingluck.

Thaksin merupakan mantan perdana menteri Thailand yang dikudeta pada 2006. Pada 2008, dia dijatuhi hukuman atas kasus korupsi dan hingga 2012 dia menjalani persidangan. Kini, Thaksin hidup dalam pengasingan.

Sedangkan adiknya, Yingluck, tahun lalu melarikan diri ke luar negeri guna menghindari pengadilan. Dia akhirnya divonis lima tahun penjara secara in absentia karena keterlibatannya dalam skema subsidi beras yang diberlakukan di masa pemerintahannya.

Partai-partai yang berkoalisi dengan klan Shinawatra terbukti telah memenangkan pemilu dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Namun, konstitusi baru junta militer yang mereka klaim bertujuan melemahkan partai-partai politik besar, secara efektif memangkas kursi konstituen di sejumlah provinsi di mana Shinawatra sebelumnya telah memegang dominasi

Akan tetapi prestise klan Shinawatra tetap kuat terutama di daerah pedesaan timur laut Thailand. (Reuters)


Berita Terkait