sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jepang akan buka pusat vaksinasi besar di Tokyo

Situs yang akan dibuka pada awal Mei itu akan dapat memvaksinasi sekitar 10.000 orang per harinya.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 26 Apr 2021 16:09 WIB
Jepang akan buka pusat vaksinasi besar di Tokyo

Pemerintah Jepang pada Minggu (25/4) mengumumkan rencana untuk membuka pusat vaksinasi besar di Tokyo dan Osaka dalam beberapa minggu mendatang, dalam upaya untuk mempercepat program vaksinasi.

Surat kabar Nikkei melaporkan bahwa pemerintah akan membuka situs vaksinasi di pusat Kota Tokyo pada awal Mei yang akan dapat memvaksinasi sekitar 10.000 orang setiap harinya.

Situs itu akan terbuka untuk siapa saja yang tinggal dan bekerja di Tokyo. Staf terlatih secara medis dari Pasukan Bela Diri Jepang juga akan membantu vaksinasi di pusat-pusat tersebut.

Sementara Jepang telah menghindari penyebaran virus yang meledak-ledak yang dialami oleh banyak negara, pemerintah mendapat kecaman tajam atas peluncuran vaksinasi yang lamban, yang sebagian besar ditangani oleh otoritas kota. 

Hanya sekitar 1% dari populasinya yang telah divaksinasi.

Lonjakan infeksi baru-baru ini yang didorong oleh penyebaran varian baru Covid-19 juga telah memicu kekhawatiran. Selain itu, terdapat kekurangan staf medis dan tempat tidur rumah sakit di sejumlah daerah.

Jepang baru mulai memvaksinasi populasi lansia yang cukup besar bulan ini dan para ahli kesehatan mengatakan, mungkin diperlukan waktu hingga musim dingin atau lebih lama bagi sebagian besar masyarakat umum untuk mendapatkan akses terhadap vaksin Covid-19.

Menteri Kesehatan Norihisa Tamura pada Minggu mengatakan, jika pemerintah dapat mengamankan cukup vaksin untuk menyuntik populasi lansia pada akhir Juli, vaksinasi bagi mereka yang berusia di bawah 65 tahun dapat dimulai pada bulan itu juga.

Sponsored

Keadaan darurat ketiga Jepang di Tokyo, Osaka, dan dua prefektur lainnya dimulai pada Minggu, memengaruhi hampir seperempat populasi ketika negara tersebut berusaha untuk memerangi lonjakan kasus tiga bulan sebelum Olimpiade Tokyo digelar.

Jepang sejauh ini mencatat sekitar 550.000 kasus infeksi, termasuk 9.761 fatalitas akibat Covid-19.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya