sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jepang akan cabut larangan perjalanan bagi 12 negara

Kendati begitu, Pemerintah Jepang yang melarang perjalanan 159 negara dan wilayah, tetap akan merekomendasikan para pelancong menahan diri.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 08 Okt 2020 13:38 WIB
Jepang akan cabut larangan perjalanan bagi 12 negara
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Surat kabar Jepang Yomiuri, pada Kamis (8/10) melaporkan, pemerintah setempat berencana menghapus larangan perjalanan ke luar negeri ke China dan 11 negara lainnya pada bulan depan.

Sebelas negara dan wilayah lainnya termasuk Taiwan, Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Vietnam dan Malaysia.

Kendati begitu, Pemerintah Jepang yang saat ini melarang perjalanan ke 159 negara dan wilayah, tetap akan merekomendasikan para pelancong menahan diri dari kunjungan yang tidak perlu dan tidak mendesak ke 12 negara tersebut.

Menurut laporan beberapa waktu lalu, Jepang kemungkinan besar akan memiliki 521 juta dosis dari lima vaksin Covid-19 yang berbeda pada 2021.

Nikkei pada Rabu (7/10) melaporkan bahwa Pemerintah Jepang akan mengurangi persyaratan karantina mandiri selama dua minggu untuk beberapa pelancong yang bepergian untuk melakukan kepentingan bisnis.

Aturan baru berlaku bagi orang Jepang yang kembali dan pemegang visa jangka panjang. Beberapa di antaranya akan dibebaskan dari kewajiban karantina mandiri, tergantung pada kapasitas tes kesehatan saat ketibaan di bandara.

Para pelancong yang datang harus menyerahkan rencana perjalanan dan hasil tes PCR yang menunjukkan mereka tidak terjangkit Covid-19 pada saat kedatangan. Selain itu, mereka tidak akan diizinkan untuk menggunakan transportasi umum setelah mereka kembali.

Jepang telah mengurangi pembatasan perjalanan dua arah dengan negara-negara seperti Korea Selatan dan Vietnam. Sejak Oktober, pemerintah setempat mengizinkan penduduk yang memiliki visa jangka panjang dari negara mana pun untuk masuk ke negara mereka.

Sponsored


Sumber : Channel News Asia

Berita Lainnya