sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jepang beri RI pinjaman bantuan bencana alam Rp3,97 triliun

Bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah Indonesia dalam menanggulangi bencana alam.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 14 Feb 2020 19:22 WIB
Jepang beri RI pinjaman bantuan bencana alam Rp3,97 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 62142
Dirawat 30834
Meninggal 3089
Sembuh 28219

Atase Ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Kazuhiko Shimizu mengatakan bahwa pada Jumat (14/2), Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Direktur Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto menandatangani nota kerja sama terkait bantuan pinjaman dana senilai Rp3,97 triliun.

Bantuan dana tersebut disalurkan lewat Disaster Resilience Enhancement and Management Program (DREAM) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah Indonesia dalam menanggulangi bencana alam melalui perbaikan kebijakan di sistem penanggulangan bencana.

"Indonesia kerap mengalami bencana alam seperti banjir, longsor, gempa, dan letusan gunung api yang menjadi salah satu penyebab kerugian ekonomi dan sosial," jelas Shimizu dalam jumpa pers di Kedubes Jepang, Jakarta, pada Jumat.

Dia menyatakan bahwa pinjaman tersebut akan mendorong perbaikan kebijakan dan sistem kementerian, mulai dari pusat hingga daerah, terkait sistem penanggulangan bencana alam.

Masa pengembalian dana pinjaman tersebut 15 tahun dengan suku bunga 0,4%. Dana itu akan diserahkan kepada pihak pelaksana, yakni Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional RI (Bappenas).

Shimizu menambahkan, pinjaman itu diharapkan dapat memperkuat kinerja pemerintah Indonesia di empat pilar kebijakan. Pertama, mendorong penguatan upaya pemerintah dalam mengelola risiko bencana dan menjadikan penanggulangan bencana alam sebagai prioritas nasional.

"Kedua, mendukung peningkatan pengertian mengenai risiko bencana alam melalui evaluasi risiko bencana hingga perbaikan sistem peringatan dini," kata Shimizu.

Pilar kebijakan ketiga merupakan mendorong investasi untuk mengurangi risiko bencana alam melalui penetapan anggaran strategis kementerian dan badan atau lembaga terkait.

Sponsored

"Kemudian keempat, pinjaman ini akan mendukung pelaksanaan Build Back Better (BBB) yakni tahap pembangunan kembali dan pemulihan pascabencana alam," imbuhnya.

Berita Lainnya