sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jepang minta China setop tes swab anal warganya

Jepang terima aduan warganya di China bahwa tes swab anal picu kerugian psikologis.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 03 Mar 2021 19:32 WIB
Jepang minta China setop tes swab anal warganya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Jepang telah meminta China hentikan tes usap dubur atau swab anal untuk Covid-19 pada warga Jepang karena prosedur tersebut menyebabkan rasa sakit psikologis.

Sekretaris kabinet Jepang, Katsunobu Kato, mengatakan bahwa pemerintah belum menerima tanggapan bahwa Beijing akan mengubah prosedur pengujian tersebut. Akibatnya, Jepang akan terus meminta China untuk mengubah cara pengujian.

"Beberapa warga Jepang melaporkan ke kedutaan kami di China bahwa mereka menjalani tes swab anal, yang menyebabkan rasa sakit psikologis yang hebat," kata Kato dalam sebuah konferensi pers.

Belum diketahui berapa banyak warga Jepang yang menerima tes Covid-19 sejenis itu. Beberapa kota di China memang menggunakan sampel yang diambil dari anus untuk mendeteksi potensi infeksi Covid-19, di tengah upaya China meningkatkan pengujian untuk memastikan tidak ada potensi infeksi yang terlewat.

Pada Januari, TV pemerintah mengabarkan bahwa tes tersebut digunakan untuk menguji mereka yang dianggap pemerintah China berisiko tinggi tertular Covid-19.

Ditanya tentang keluhan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, metode pengujian Beijing berbasis sains, serta sesuai dengan perubahan situasi pandemik, hukum, dan peraturan yang relevan.

Kemlu China bulan lalu membantah laporan bahwa diplomat Amerika Serikat di negara itu diminta untuk melakukan tes swab anal untuk Covid-19, menyusul laporan media bahwa beberapa mengeluh tentang prosedur tersebut.

Merespons hal itu, dokter penyakit pernapasan yang berbasis di Beijing, Li Tongzeng menyampaikan bahwa tes swab anal dinilai akurat karena jejak virus dalam sampel feses dapat tetap terdeteksi untuk waktu yang lebih lama daripada di saluran pernapasan.

Sponsored

Secara terpisah, para peneliti di Chinese University of Hong Kong menyatakan bahwa tes sampel feses mungkin juga lebih efektif dalam menemukan infeksi pada anak-anak dan bayi.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya