sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jepang guyur pinjaman Rp6 triliun ke Indonesia

Pinjaman yen untuk membantu penanganan pandemi Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 21 Jul 2020 13:41 WIB
Jepang guyur pinjaman Rp6 triliun ke Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Desra Percaya, Senin (20/7), menandatangani pertukaran nota untuk pinjaman 50 miliar yen atau senilai Rp6,89 triliun.

Pinjaman yen diberikan untuk bantuan darurat penanganan pandemik Covid-19 di Indonesia. Secara khusus untuk membantu penanganan aktif dan belanja kesehatan.

"Penanganan pandemik dan pemulihan sosial ekonomi menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Melalui bantuan keuangan dengan pembiayaan bersama Asian Development Bank (ADB), pinjaman ini bertujuan untuk menekan penularan Covid-19, serta memulihkan dan menciptakan kestabilan sosial ekonomi di Indonesia," bunyi pernyataan Kedutaan Besar Jepang yang diterima Alinea.id.

Lebih lanjut, Kedubes Jepang menjelaskan, masa pengembalian pinjaman tersebut adalah 15 tahun dengan grace period (masa tenggang) selama empat tahun.

Selain memberikan pinjaman sebesar Rp6,89 triliun, Jepang juga memberikan bantuan hibah senilai Rp276 miliar bagi Indonesia. Bantuan hibah ditujukan untuk pembenahan perlengkapan dan kesehatan medis.

"Di Indonesia, penyebaran Covid-19 masih terus berlanjut. Namun demikian, infrastruktur dan perlengkapan medis di Indonesia kurang memadai, sehingga peningkatan sistem kesehatan dan medis menjadi tantangan yang harus segera diatasi," jelas pernyataan tersebut.

Hibah tersebut bertujuan untuk meningkatkan penanganan terhadap penyakit menular serta memperbaiki sistem kesehatan di Indonesia.

"Kondisi pandemik membutuhkan kerja sama masyarakat internasional," ungkapnya

Sponsored

"Jepang terus berupaya memimpin masyarakat internasional menekan penyebaran Covid-19 sesegera mungkin," imbuhnya.

Berita Lainnya