sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jepang-Indonesia sepakat perkuat kerja sama, termasuk di Natuna

Khusus untuk Natuna, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 10 Jan 2020 13:13 WIB
Jepang-Indonesia sepakat perkuat kerja sama, termasuk di Natuna

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi sepakat memperkuat kerja sama ekonomi, terutama investasi di pulau-pulau terluar Indonesia, termasuk di Natuna.

"Khusus untuk Natuna, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Indonesia mengharapkan SKPT fase kedua dapat ditindaklanjuti," tutur Menlu Retno dalam konferensi pers bersama di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Jumat (10/1).

Menlu Retno menjabarkan, SKPT akan mencakup pembangunan pelabuhan dan pasar ikan, peningkatan kapasitas untuk nelayan, pengawasan perikanan, serta pengembangan pariwisata.

Kerja sama di pulau-pulau terluar, termasuk di Natuna, juga menjadi agenda diskusi antara Menlu Motegi dan Presiden RI Joko Widodo saat keduanya bertemu di Istana Presiden pada Jumat pagi.

Menlu Retno mengatakan bahwa Jepang-Indonesia sepakat untuk mendorong kerja sama pengembangan kapasitas penjaga pantai dan meningkatkan kesadaran maritim di kawasan Indo-Pasifik.

Menlu Motegi menambahkan, mulai bulan ini, Jepang akan bekerja sama dengan Badan Keamanan Laut RI (Bakamla). Sebagai sesama negara demokrasi maritim, jelasnya, kedua negara berupaya untuk mempromosikan kolaborasi di bidang maritim.

"Setelah itu, pada Februari, Jepang akan memulai proyek pembenahan pelabuhan dan pasar ikan di pulau-pulau terluar Indonesia," lanjut dia.

Lebih jauh, kedua negara akan melanjutkan kerja sama dengan menggunakan kerangka antar pemerintah dan swasta yang baru saja dibentuk untuk mengembangkan SDM dan meningkatkan ekspor.

Sponsored

"Indonesia memiliki SDM yang mahir dan Jepang membutuhkannya," tutur Menlu Motegi.

Senada dengan Menlu Motegi, Menlu Retno menuturkan bahwa Indonesia mengharapkan penguatan kerja sama di bidang SDM, termasuk melalui program internship, pengembangan vokasi, dan pelatihan bahasa Jepang.

Di luar kerja sama di bidang maritim, Jepang dan Indonesia membentuk mekanisme dialog pada tingkat wakil menteri luar negeri guna membahas penguatan kerja sama di sektor-sektor strategis.

Salah satu sektor strategis yang dibahas dalam pertemuan bilateral pada Jumat merupakan pembenahan infrastruktur.

"Jepang akan melanjutkan pembangunan jaringan MRT di Jakarta dan pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang sesuai dengan jadwal," jelas Menlu Motegi.

Selain itu, Menlu Retno dan Menlu Motegi menuturkan bahwa akan melakukan pertemuan two plus two antara menlu dan menteri pertahanan kedua negara pada pertengahan 2020.

Kedua menlu juga membahas situasi di kawasan dan dunia, antara lain kondisi di Laut China Selatan, Rakhine State, dan Korea Utara.

Terkait Korea Utara, Jepang menegaskan pentingnya melanjutkan kolaborasi secara erat untuk bekerja bersama menuju denuklirisasi Semenanjung Korea.

Menlu Retno dan Menlu Motegi turut membahas mengenai ketegangan di Timur Tengah.

"Ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah, sangat penting untuk mencegah eskalasi terjadi di kawasan tersebut," jelas Menlu Motegi.

Dia menyatakan, Indonesia dan Jepang sepakat untuk berusaha menstabilkan dan menenangkan kawasan.

"Kami berharap semua pihak dapat menahan diri agar tidak terjadi eskalasi di wilayah Timur Tengah," imbuh Menlu Retno.

Berita Lainnya