sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jerman dan Prancis tutup misi diplomatik di Korea Utara

Tidak ada penjelasan mengapa misi diplomatik Jerman dan Prancis di Korea Utara tutup.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 09 Mar 2020 17:13 WIB
Jerman dan Prancis tutup misi diplomatik di Korea Utara
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Duta Besar Inggris untuk Korea Utara Colin Crooks mengatakan bahwa Jerman dan Prancis telah memulangkan para diplomat dan menutup misi diplomatik mereka di Korea Utara pada Senin (9/3). Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai penyebaran coronavirus di negara itu.

"Sedih untuk berpamitan dengan rekan-rekan dari Kedutaan Besar Jerman dan Kantor Kerja Sama Prancis yang akan tutup sementara," twit Crooks seraya menambahkan bahwa Kedutaan Besar Inggris di Korea Utara akan tetap buka.

Dubes Crooks tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa rekan-rekannya dari Kedubes Jerman dan Prancis meninggalkan Korea Utara.

Sejauh ini Korea Utara belum mengonfirmasi kasus infeksi coronavirus. Namun, sejumlah ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa negara, yang memiliki kemampuan medis terbatas, itu sangat rentan terhadap epidemi coronavirus.

Sebelumnya, pemerintah Korea Utara mewajibkan ratusan orang asing, yang sebagian besar adalah diplomat yang bertugas di Pyongyang, untuk melewati periode karantina selama 30 hari.

Korea Utara bertetangga dengan China, sumber wabah coronavirus, dan Korea Selatan yang juga terdampak parah akibat epidemi tersebut. Tiongkok sejauh ini mencatat 3.119 kematian dan melaporkan 80.735 kasus infeksi coronavirus jenis baru.

Sementara itu, Negeri Ginseng telah mencatat 96 kasus baru infeksi coronavirus pada Senin, membuat total 7.478 orang tertular virus itu. Korea Selatan melaporkan 51 kematian.

Sponsored

Jerman memiliki kedutaan di Korea Utara, sementara Prancis, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan negara itu, menjalankan kantor kerja sama demi mendorong pertukaran bilateral.

Pada akhir Februari, CNN melaporkan rencana untuk mengevakuasi sekitar 60 diplomat asing dari Korea Utara, termasuk diplomat dari Jerman, Prancis, dan Swiss. Sebuah sumber anonim menyebut bahwa belum ada tanggal evakuasi yang ditetapkan. Dia menambahkan, kemungkinan para diplomat akan diterbangkan dari Pyongyang ke Kota Vladivostok, Rusia. (Reuters dan CNN)

Berita Lainnya