sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi usulkan pembentukan pusat ekonomi kreatif ASEAN-Korsel

Selain di bidang ekonomi kreatif, Jokowi juga menyarankan kerja sama ASEAN-Korsel menyoroti sejumlah bidang lain.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 27 Nov 2019 12:05 WIB
Jokowi usulkan pembentukan pusat ekonomi kreatif ASEAN-Korsel
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 128776
Dirawat 39082
Meninggal 5824
Sembuh 83710

Presiden RI Joko Widodo memperkirakan dalam 30 tahun mendatang, kekuatan negara ekonomi berkembang dapat melampaui negara maju. Hal itu disampaikannya dalam sesi pleno KTT ASEAN-Korea Selatan di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Selasa (26/11).

"Namun, hal itu tidak akan terjadi tanpa reformasi struktural dan diversifikasi ekonomi untuk menjamin ekonomi yang berkelanjutan," tutur Jokowi seperti dikutip dari keterangan resmi di setkab.go.id.

Dalam pengarahan media usai acara, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Presiden Jokowi mengusulkan dibentuknya pusat ekonomi kreatif ASEAN-Korea Selatan. Selain dalam bidang ekonomi kreatif, Retno menyebut, Jokowi juga menyarankan agar kerja sama ASEAN-Korea Selatan menyoroti bidang perdagangan, investasi, pendidikan, riset, teknologi dan energi terbarukan.

Menurut Menlu Retno, negara-negara anggota ASEAN lainnya menekankan pentingnya kerja sama terutama di bidang ekonomi kreatif, teknologi, SDM serta tetap memperhatikan tantangan-tantangan keamanan tradisional dan nontradisional.

Sesi pleno tersebut, tambahnya, menghasilkan dokumen yang dinamakan "ASEAN-Republic of Korea Joint Vision Statement for Peace, Prosperity and Partnership". 

Dokumen tersebut mencakup enam poin utama. Poin pertama adalah kerja sama untuk memperkuat kemitraan yang berbasis people-center.

"Presiden Korea Selatan Moon Jae-in selalu menekankan pentingnya people-center. Hal ini sama dengan ASEAN yang juga meletakkan masyarakat sebagai inti dari sebuah kerja sama," jelas Retno.

Poin kedua mengenai jaminan agar perdamaian dapat diperkuat demi mengatasi tantangan keamanan nontradisional serta membangun kepercayaan berkelanjutan.

Sponsored

Kemudian poin ketiga merupakan kerja sama ekonomi, dilanjutkan dengan poin keempat yang menyinggung isu konektivitas.

"Poin kelima mengenai isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kemudian yang keenam mengenai kerja sama sosio-kultural," ujar dia.

Berita Lainnya