sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jubir Presiden Vladimir Putin positif Covid-19

Rusia mencatat total 232.243 kasus Covid-19, termasuk 2.116 kematian dan 43.512 pasien yang dinyatakan sembuh.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 13 Mei 2020 09:54 WIB
Jubir Presiden Vladimir Putin positif Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, dinyatakan positif coronavirus jenis baru dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Ya, saya terinfeksi dan kini sedang dirawat," kata Peskov kepada media Rusia melalui telepon pada Selasa (12/5).

Tidak ada detail lebih jauh yang mengungkapkan sejak kapan Peskov dipastikan terjangkit Covid-19 dan mulai dirawat di rumah sakit.

Peskov mengatakan bahwa dia belum melakukan kontak langsung dengan Putin selama lebih dari sebulan terakhir. Dia menjabat sebagai jubir Putin selama hampir dua dekade dan dipandang sebagai salah satu orang terdekatnya.

Media Rusia melaporkan bahwa istri Peskov, Tatiana Navka, juga tertular Covid-19 dan sedang dirawat di rumah sakit. Kondisi keduanya dilaporkan stabil.

Selain Peskov, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin juga terjangkit Covid-19 dan sedang dirawat di rumah sakit. Dua menteri kabinet juga terinfeksi virus tersebut.

Saat Putin berkunjung ke tempat perawatan Covid-19 pada Maret, Peskov dilaporkan sebagai satu-satunya orang dalam rombongan presiden yang mengenakan masker.

Sejak itu, Putin menjalankan tugas dari kediamannya di luar Moskow. Sebagian besar pertemuan kabinet pun dilakukan via konferensi video.

Sponsored

Seorang pejabat mengatakan, Putin terus menjalani uji Covid-19 secara teratur.

Rusia mencatat total 232.243 kasus Covid-19, termasuk 2.116 kematian dan 43.512 pasien yang dinyatakan sembuh. Jumlah kasus positif coronavirus jenis baru di Rusia merupakan yang tertinggi ketiga di dunia, berada di belakang Spanyol dan Amerika Serikat. 

Pada Selasa, pemerintah mulai melakukan relaksasi pembatasan sosial secara bertahap. Langkah-langkah pembatasan tersebut diterapkan di bawah lockdown atau karantina wilayah yang berlaku sejak 3 Maret. (The Guardian)

Berita Lainnya