sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Junta Myanmar bebaskan ribuan pengunjuk rasa antikudeta

Juru bicara junta militer mengatakan bahwa total 2.296 orang telah dibebaskan di seluruh negeri.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 01 Jul 2021 18:26 WIB
Junta Myanmar bebaskan ribuan pengunjuk rasa antikudeta

Junta militer Myanmar telah membebaskan lebih dari 2.000 tahanan, termasuk pengunjuk antikudeta dan jurnalis yang telah ditahan selama berbulan-bulan.

Massa berkumpul di luar penjara Insein pada Rabu (30/6) pagi, menunggu sepanjang hari agar kerabat dan teman mereka dibebaskan. Lebih dari 700 orang dibebaskan, tetapi ribuan lainnya tetap berada di dalam fasilitas penahanan.

Di antara mereka yang dibebaskan adalah Kay Zon Nway, seorang reporter multimedia untuk outlet independen Myanmar Now. Dia ditangkap pada 27 Februari saat meliput protes dan menghabiskan 124 hari dalam tahanan. 

Kay Zon Nway telah didakwa dengan penghasutan, yang dapat membawa hukuman dua tahun penjara.

Kerabat menunggu berjam-jam untuk melihat apakah orang yang mereka cintai termasuk di antara mereka yang dibebaskan.

Saat bus mengangkut sejumlah orang dari kompleks penjara Insein, para tahanan dari dalam kendaraan melambaikan tangan mereka ke kerumunan dan  memberikan hormat tiga jari, simbol protes yang digunakan untuk menandakan pembangkangan kepada junta militer.

Juru bicara junta, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, mengatakan kepada situs berita Irrawaddy bahwa 2.296 orang telah dibebaskan di seluruh negeri. Dia menjelaskan, pembebasan ini termasuk orang-orang yang telah berpartisipasi dalam protes antikudeta tetapi tidak dalam peran utama, serta mereka yang tidak berpartisipasi dalam tindakan kekerasan.

Zaw Zaw, kepala departemen penjara wilayah Yangon, mengatakan kepada Associated Press bahwa lebih dari 720 orang telah dibebaskan dari Insein.

Sponsored

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) memperingatkan bahwa pembebasan tahanan adalah upaya junta untuk memberi sinyal bahwa mereka melonggarkan aturan represifnya. 

"Ini bukan seperti yang diperlihatkan. Faktanya, junta memberi ruang bagi lebih banyak tahanan, dan lebih banyak lagi korban penyiksaan. Orang-orang yang tetap di penjara akan disiksa lebih parah daripada mereka yang dibebaskan," jelas AAPP dalam pernyataan mereka. 

Menurut data AAPP, sebanyak 6.421 orang ditahan sejak kudeta dimulai, mereka termasuk pemrotes antikudeta, politikus, petugas medis, pengunjuk rasa, selebritas media sosial, hingga jurnalis.

AAPP memperkirakan bahwa setidaknya 883 pengunjuk rasa telah dibunuh oleh junta sejak Februari, puluhan di antaranya merupakan anak-anak.

Pada Rabu, militer mengeluarkan ancaman lain terhadap wartawan, memperingatkan media lokal untuk tidak menggunakan istilah "junta militer" saat merujuk pada rezim. 

Junta juga menginstruksikan media untuk tidak mengutip dan membesar-besarkan berita palsu terkait pemerintahan militer

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya