sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kamala Harris mundur, ini sisa kandidat capres AS dari Demokrat

Dengan keluarnya Kamala Harris, Demokrat AS kehilangan satu-satunya kandidat perempuan kulit hitam mereka.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 04 Des 2019 16:39 WIB
Kamala Harris mundur, ini sisa kandidat capres AS dari Demokrat

Pada Selasa (3/12), Senator asal California Kamala Harris menyatakan mundur dari bursa kandidat calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Langkah ini mengejutkan banyak pihak karena pada awalnya dia dipandang sebagai salah satu pesaing utama yang dapat tembus hingga tahap akhir konvensi partai.

Harris mengumumkan keputusan itu kepada para staf seniornya pada Selasa pagi. Kemudian dia mengirim surel kepada para pendukungnya dan merilis video pernyataan di Twitter.

"Kepada para pendukung saya, dengan penyesalan dan rasa terima kasih yang mendalam saya mengumumkan telah berhenti berkampanye per hari ini," ujarnya dalam video tersebut.

Meski keluar dari perlombaan, Harris menegaskan dia akan terus memperjuangkan hal-hal yang dia usung semasa kampanye.

"Setiap hari saya akan terus memperjuangkan hal-hal yang menjadi inti kampanye saya yakni mengenai keadilan bagi seluruh rakyat AS," lanjut dia.

Keluarnya Harris dari bursa kandidat capres Demokrat dinilai sebagai kejatuhan yang mengejutkan bagi senator yang meluncurkan kampanyenya dengan ekspektasi tinggi. Pada Selasa, dia mengaku bahwa tekanan keuangan merupakan faktor utama yang memaksanya mundur.

Menurut sumber anonim, dalam beberapa bulan terakhir, kurangnya dana memicu pertengkaran internal di dalam tim kampanye Harris.

Sponsored

"Saya sudah mempertimbangkan dan melihat situasi ini dari setiap sudut. Pada akhirnya saya sampai pada salah satu keputusan tersulit dalam hidup saya," kata dia. "Kampanye pilpres saya tidak dapat berlanjut karena kami tidak memiliki sumber daya keuangan yang cukup."

Harris mengatakan bahwa semakin lama, semakin sulit untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk terus bersaing.

"Saya bukan seorang miliarder. Saya tidak dapat mendanai kampanye ini sendirian," tutur dia.

Dia dijadwalkan untuk berkunjung ke sejumlah negara bagian pada pekan ini untuk secara pribadi berterima kasih kepada staf dan basis pendukungnya di tempat-tempat itu atas kerja keras dan dedikasi mereka.

Presiden Donald Trump menanggapi pengumuman Harris dengan twit bernada sarkasme.

"Sayang sekali. Kami akan merindukanmu, Kamala," twit dia.

Harris membalas, "Jangan khawatir, Pak Presiden. Sampai jumpa dalam persidangan Anda."

Senator itu meluncurkan kampanyenya tepat pada Hari Martin Luther King Jr. pada Januari. Dengan keluarnya Harris dari perlombaan, Demokrat kehilangan satu-satunya kandidat perempuan kulit hitam mereka.

Selama berbulan-bulan, Harris berjuang untuk menarik dukungan publik. Secara khusus, kampanyenya sebagian besar berfokus untuk memenangkan rakyat di Iowa.

Tanda awal upaya Harris menghadapi tantangan datang pada November ketika tim kampanyenya menutup sejumlah kantor cabang mereka di New Hampshire, Nevada, dan California.

Dua sumber anonim mengatakan kepada CNN bahwa sebelum mengambil keputusan akhir, pada Senin (2/12), Harris sudah terlebih dahulu melakukan audit keuangan kampanye. Dia kemudian berdiskusi dengan keluarga dan para staf seniornya.

Sejumlah stafnya menganggap keputusan Harris sebagai langkah politik yang cerdas. Seorang mantan ajudan mengatakan hal ini akan memberi Harris waktu yang cukup untuk menata kembali citra politiknya.

Pengunduran diri Harris dinilai dapat memiliki dampak signifikan bagi para kandidat dari Partai Demokrat lainnya. Sejumlah donatur setianya kini akan merasa lebih bebas untuk mendukung kandidat lain.

Dalam surel yang pada Selasa dikirim kepada para pendukungnya, Harris menyatakan bahwa dia akan melakukan segala cara untuk mengalahkan Trump dan berjuang untuk masa depan AS yang lebih baik.

Titik tertinggi kampanye Harris datang saat dia berhadapan dengan mantan Wakil Presiden AS Joe Biden dalam debat Demokrat pertama pada Juni.

Momen Harris yang paling mengesankan dalam debat itu adalah ketika dia mengkritik rekam jejak Biden, khususnya keputusannya beberapa dekade lalu untuk tidak mendukung kebijakan desegregasi rasial di sekolah. Namun, sayangnya sejak saat itu Harris mengalami kemunduran karena tidak mampu mempertahankan momentum. 

Sekarang hanya tersisa 15 kandidat Demokrat yang masih dalam perlombaan dalam bursa pencalonan menuju Pilpres 2020. Angka itu menurun tajam dari 25 kandidat pada awal 2019.

Joe Biden

Salah satu penantang terkuat dalam konvensi Demokrat adalah Biden yang menjabat sebagai wapres di era Presiden Barack Obama. Biden merupakan politikus paling berpengalaman dalam perlombaan ini. Namun, selama berbulan-bulan terakhir, dia dihantam oleh sejumlah tuduhan pelecehan seksual terhadap beberapa politikus wanita.

Michael Bloomberg

Bursa kandidat capres kian sengit dengan masuknya Michael Bloomberg, yang sempat menjabat sebagai Wali Kota New York City dari 2002 hingga 2013. Miliarder berusia 77 tahun itu mengumumkan pencalonannya pada November.

"Kita tidak dapat menanggung empat tahun lagi dari tindakan sembrono dan tidak etis Presiden Trump ... Jika dia memenangkan masa jabatan baru, maka AS mungkin tidak akan pernah pulih dari kerusakan," kata Bloomberg ketika mengumumkan pencalonannya.

Bernie Sanders

Bernie Sanders menjabat sebagai anggota kongres selama 16 tahun sebelum terpilih menjadi senator pada 2006. Pria berusia 77 tahun itu mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada 19 Februari. 

Sebelumnya, Sanders berpartisipasi dalam pemilian kandidat capres AS pada 2016, namun dia kalah dari Hillary Clinton. Kampanyenya menyoroti biaya kuliah gratis di perguruan tinggi negeri, upah minimum US$15 per jam, dan layanan kesehatan universal.

Michael Bennet

Michael Bennet yang lahir di India menjabat sebagai senator dari Colorado sejak 2009. Dia memiliki latar belakang sebagai pengusaha, pengacara dan politikus.

Cory Booker

Cory Booker merupakan orang berdarah Afrika-Amerika pertama yang menjabat sebagai senator dari New Jersey pada 2013. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wali Kota Newark sejak 2006. Kampanyenya menyoroti isu terkait hak sipil dan hak perempuan. 

Pete Buttigieg

Pria berusia 37 tahun itu menjabat sebagai Wali Kota South Bend, Indiana, sejak 2012. Dia adalah homoseksual pertama yang menjadi kandidat capres Demokrat. Buttigieg mengumumkan pencalonannya pada 23 Januari.

Tidak ada kejelasan mengenai kebijakan yang dia kampanyekan. Selain itu, dia hampir tidak memiliki basis pendukung di sejumlah negara bagian yang berpotensi menjadi ladang suara.

Meskipun demikian, dia menjadi salah satu nama yang paling sering dibicarakan di antara para kandidat lainnya. Dia kerap berbicara mengenai perjuangan untuk melegalkan pernikahan sesama jenis.

Julian Castro

Julian Castro terpilih sebagai Wali Kota San Antonio pada 2009 dan menjabat hingga 2014. Dia kemudian melanjutkan karier politiknya sebagai Menteri Pembangunan Perumahan dan Perkotaan AS di bawah kepemimpinan Obama.

Pria berdarah Meksiko itu awalnya meniti karier di bidang hukum. Dia kemudian menjadi bintang muda Demokrat setelah terpilih sebagai Wali Kota San Antonio saat dirinya baru berusia 34 tahun.

John Delaney

John Delaney menjabat sebagai anggota Kongres AS untuk Maryland dari 2013 hingga 2019. Pria berusia 56 tahun itu merupakan seorang mantan wirausahawan perbankan dan dikenal moderat.

Delaney, salah satu anggota kongres terkaya, adalah politikus pertama yang mengumumkan bahwa dia akan ikut bersaing dalam konvensi Partai Demokrat.

Elizabeth Warren

Salah satu politikus senior Demokrat Elizabeth Warren telah menjabat sebagai senator dari Massachusetts sejak 2013.

Dia dikenal sebagai seorang yang progresif. Wanita berusia 69 tahun itu pernah mengajar mata kuliah hukum di beberapa universitas dan sempat menjadi profesor di Harvard University.

Warren mengumumkan pencalonannya pada 9 Februari dan berjanji untuk melawan apa yang disebutnya sebagai sistem ekonomi bobrok dan hanya menguntungkan orang kaya.

Tulsi Gabbard

Gabbar merupakan anggota kongres dari Hawaii. Pada usia 21 tahun, dia menjadi sosok termuda yang terpilih menjadi anggota legislatif di negara bagian Hawaii.

Amy Klobuchar

Klobuchar merupakan senator dari Minnesota sejak 2007. Sebelum terjun ke dunia politik, dia berprofesi sebagai pengacara yang berbasis di Hennepin County.

Marianne Williamson

Williamson adalah seorang penulis, pengusaha, dan aktivis. Dia mendirikan Project Angel Food, program pengiriman makanan sukarela, dan organisasi Peace Alliance yang berfokus pada isu pendidikan dan advokasi HAM.

Deval Patrick

Patrick sempat menjabat sebagai Gubernur Massachusetts dan mengaku sebagai teman dekat Obama.

Tom Steyer

Steyer merupakan miliarder dan aktivis liberal. Dia mengumumkan pencalonannya pada 9 Juli, di mana dia berjanji akan memperbaiki sistem politik AS yang rusak.

Andrew Yang

Yang, putra dari imigran asal Taiwan, merupakan pengusaha yang mendirikan Venture for America. Pada 2015, dia terpilih sebagai Duta Besar Presiden Kewirausahaan Global.

Dia memfokuskan kampanyenya pada rencana pendapatan universal dan berjanji akan memastikan bahwa warga AS yang berusia 18-64 tahun dapat memperoleh gaji hingga US$1.000 per bulannya. (CNN dan Al Jazeera)