sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kanselir Jerman jalani karantina mandiri

Jerman adalah salah satu negara paling terpukul akibat coronavirus jenis baru.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Mar 2020 11:24 WIB
Kanselir Jerman jalani karantina mandiri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kanselir Jerman Angela Merkel menjalani karantina mandiri setelah diberitahu bahwa seorang dokter yang memvaksinasi dirinya dinyatakan positif coronavirus jenis baru.

Juru bicara Merkel, Steffen Seibert, mengatakan bahwa kanselir mengetahui hasil tes dokter tersebut tidak lama setelah dia mengadakan konferensi pers pada Minggu (22/3). Merkel sendiri menerima vaksin pneumokokus (PCV) pada Jumat (20/3).

Seibert menuturkan, Kanselir Merkel akan menjalani tes kesehatan reguler dalam beberapa hari mendatang. Untuk sementara waktu, dia akan melanjutkan pekerjaannya dari rumah.

Dalam konferensi pers pada Minggu, Merkel mengumumkan bahwa Jerman akan memperketat tindakan mengurangi kontak publik sebisa mungkin.

"Tujuannya adalah untuk memperlambat penyebaran coronavirus," kata dia.

Dia menyatakan, setidaknya selama dua minggu ke depan, warga Jerman tidak akan diizinkan mengadakan pertemuan lebih dari dua orang di area publik kecuali mereka tinggal di rumah yang sama atau bertemu untuk membahas masalah pekerjaan.

Jerman adalah salah satu negara paling terpukul akibat coronavirus jenis baru. Negara tersebut mencatat 24.873 kasus positif. Dari jumlah itu 94 orang meninggal dan 266 lainnya telah dinyatakan sembuh.

Bagi kebanyakan orang, Covid-19 hanya menyebabkan gejala ringan atau sedang seperti demam dan batuk. Namun, bagi lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit lainnya, virus tersebut dapat menimbulkan penyakit yang lebih parah, termasuk pneumonia atau bahkan kematian.

Sponsored

Merkel menyatakan rasa terima kasih kepada penduduk Jerman yang menaati aturan mengenai social distancing. Dia menekankan kembali pentingnya menjaga jarak setidaknya 1,5 meter untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi.

"Saya tahu hal itu membutuhkan pengorbanan. Saya tersentuh karena begitu banyak yang mematuhi aturan ini dan dengan melakukannya, kalian menunjukkan kepedulian bagi lansia dan orang sakit, karena virus paling berisiko jika tertular kepada mereka. Singkatnya, dengan melakukan ini, kalian menyelamatkan nyawa," ujar dia.

Jerman secara efektif telah menutup perbatasannya dengan Prancis, Swiss, Austria, Denmark, dan Luxembourg demi menghentikan penyebaran virus. (The Guardian, CNN, dan CNBC)

Berita Lainnya