logo alinea.id logo alinea.id

Kapal selam nuklir Soviet yang karam alami kebocoran radiasi

Kapal selam nuklir Uni Soviet, Komsomolets, karam setelah mengalami kebakaran di ruang mesin pada April 1989

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 12 Jul 2019 13:31 WIB
Kapal selam nuklir Soviet yang karam alami kebocoran radiasi

Institute for Marine Research (IMR) menyebutkan bahwa kapal selam nuklir Uni Soviet, Komsomolets, yang karam selama tiga dekade mengalami kebocoran radiasi. Namun, mereka mengatakan itu tidak memicu risiko bagi manusia atau ikan.

Kapal selam itu teronggok di kedalaman 1.680 meter.

Dalam sampel air yang diambil peneliti di dekat saluran ventilasi di kapal selam era Perang Dingin itu diketahui terdapat kandungan hingga 800.000 kali jumlah normal unsur sesium.

"Tingkat yang kami deteksi jelas di atas status normal di lautan, tetapi itu tidak mengkhawatirkan," ungkap pemimpin ekspedisi Hilde Elise Heldal.

Heldal menekankan bahwa kebocoran radiasi ini tidak memiliki dampak pada hidangan laut Norwegia.

"Apa yang kami temukan selama survei tidak banyak berdampak pada ikan dan makanan laut Norwegia. Secara umum, kadar sesium di Laut Norwegia sangat rendah, dan karena keberadaan bangkai kapal sangat dalam, polusi dari Komsomolets cepat diencerkan," jelas Heldal.

Tidak ada banyak ikan di daerah di mana Komsomolets berada.

Hal senada disampaikan oleh Direktur IMR Sissel Rogne.

Sponsored

"Kami memiliki program komprehensif untuk memantau status lingkungan dan sumber daya laut di Atlantik Utara. Kami dapat mengikuti setiap perubahan dan pengaruh dalam segala hal mulai dari sistem laut besar hingga makanan laut yang disajikan di meja makan. Sangat meyakinkan bahwa temuan dari pelayaran ini tidak mewakili bahaya bagi hidangan laut Norwegia," papar Rogne.

Para ilmuwan menggunakan kendaraan yang dioperasikan jarak jauh (ROV), Ægir 6000, untuk menyurvei bangkai kapal.

Komsomolets tenggelam di dasar laut sekitar 135 mil barat daya Bear Island, Norwegia, setelah mengalami kebakaran di ruang mesin pada April 1989. Insiden itu menewaskan 42 orang pelaut, sementara 27 pelaut yang selamat segera dijemput dua kapal Soviet.

"Selama beberapa hari terakhir kami juga telah mengambil sampel beberapa meter di atas saluran (ventilasi)," kata Justin Gwynn, seorang peneliti di Norwegian Radiation and Nuclear Safety Authority. "Kami tidak menemukan kadar sesium radioaktif terukur di sana, tidak seperti di saluran itu."

Sebelumnya, Rusia telah memeriksa bangkai Komsomolets dengan kapal selam berawaknya, dan menemukan kebocoran radiasi dari bagian yang sama dengan kasus terbaru.

Norwegia dan Rusia telah memantau radiasi di daerah tersebut secara teratur sejak kecelakaan, terkadang dengan ekspedisi bersama.

Komsomolets diluncurkan pada 1983, panjangnya 117 meter dan bisa menyelam hingga kedalaman maksimum 1.250 meter. Kapal selam itu memiliki kecepatan maksimum 30 knot (56km/jam). (BBC dan CNN)