logo alinea.id logo alinea.id

Kapal tenggelam di Kongo, 150 orang hilang

Tragedi itu diduga disebabkan oleh kapal yang kelebihan beban penumpang dan angin kencang.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 17 Apr 2019 15:08 WIB
Kapal tenggelam di Kongo, 150 orang hilang

Pada Selasa (16/4), Presiden Felix Tshisekedi mengatakan bahwa sekitar 150 orang dinyatakan hilang setelah sebuah kapal tenggelam di sebuah danau di wilayah timur Kongo.

"Saya sangat sedih atas tenggelamnya kapal pada Senin (15/4) di Danau Kivu. Sejauh ini sebanyak 150 orang masih belum diketahui keberadaan dan kondisinya," kata Tshisekedi di Twitter. "Saya menyampaikan belas kasih yang tulus kepada keluarga yang terdampak. Saya akan mengikuti perkembangan situasi untuk mengidentifikasi dan memberikan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu."

Kapal tersebut berangkat Senin dari desa Kituku, dekat kota Goma di pantai utara Danau Kivu, dan tenggelam di Provinsi Kivu Selatan di dekat wilayah Kalehe.

Vital Muhini, perwakilan pemerintah dari Provinsi Kivu Selatan, mengatakan penyebab tenggelamnya kapal masih belum diketahui. 

"Untuk saat ini, kami lebih fokus untuk mencari jumlah pasti dan nama-nama korban yang berada di dalam kapal tersebut," kata Muhini.

Media lokal menyatakan bahwa tiga mayat ditemukan pada hari Selasa, dan Reuters melaporkan bahwa 33 orang berhasil diselamatkan.

"Kami meminta pihak keamanan di danau seperti Direktorat Jenderal Migrasi dan angkatan laut untuk memantau perkembangan terbaru," kata Delphin Birimbi, aktivis di Kivu Selatan. 

Menurutnya, tragedi itu disebabkan oleh kapal yang kelebihan beban penumpang dan angin kencang.

Karena kurangnya infrastruktur publik di Kongo, beberapa operator swasta menggunakan perahu untuk mempercepat transportasi antar wilayah.

Namun, banyak kapal yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, dan kecelakaan kapal di Kongo sering disebabkan oleh kelebihan muatan serta kurangnya peringatan mengenai kondisi danau. (The New York Times)

 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB
Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Kamis, 18 Apr 2019 14:48 WIB