sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Karyawan Shell di Nigeria diduga sengaja sebabkan kebocoran minyak

Shell sejauh ini belum menanggapi pertanyaan tentang langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Kamis, 10 Des 2020 18:59 WIB
Karyawan Shell di Nigeria diduga sengaja sebabkan kebocoran minyak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Karyawan Nigeria dari perusahaan minyak Inggris-Belanda Shell diduga sengaja melakukan perusakan jaringan pipa minyak, untuk keuntungan pribadi. Demikian sebuah dokumenter di Belanda melaporkan.

Program dokumenter televisi Belanda, Zembla, bersama dengan organisasi lingkungan Belanda Milieudefensie, melaporkan dalam sebuah program yang ditayangkan pada Kamis (10/12) waktu setempat, bahwa beberapa saksi menyatakan The Shell Petroleum Development Company of Nigeria (SPDC), anak perusahaan Shell telah menyebabkan kebocoran minyak.

“Menurut sumber, karyawan Shell mendapat untung dari kebocoran minyak yang diduga disengaja ini dengan mengantongi uang dari anggaran pembersihan,” kata Zembla dalam siaran pers yang merangkum investigasi 18 bulan atas berbagai kebocoran antara 2010 dan saat ini.

Zembla menambahkan SPDC, bersama dengan kedutaan Belanda di Nigeria, mengetahui tuduhan tersebut tetapi gagal menanganinya. Tumpahan minyak tersebut ternyata memiliki sejarah puluhan tahun dan membuat Shell sering menjadi sasaran kritik dan protes dari kelompok hak asasi manusia dan lingkungan. 

Zembla mengatakan bencana minyak terbesar di dunia sedang berlangsung di Delta Niger. Shell juga mengatakan bahwa 95% kebocoran adalah akibat sabotase. Ia menyangkal bertanggung jawab atas kebocoran tersebut, yang dituduhkan pada penjahat lokal dan geng terorganisir.

Tuduhan 'kredibel'

Namun, penduduk Ikarama di negara bagian Bayelsa Nigeria mengungkapakan, bahwa karyawan Shell mendorong pemuda lokal di desa untuk melakukan sabotase jaringan pipa di daerah tersebut, kemudian membagi dana yang dialokasikan untuk pembersihan. 

“Jika pembersihan diperlukan, para pemuda yang sama ini kemudian dipekerjakan untuk melakukannya,” kata Washington Odeibodo kepada Zembla.

Sponsored

Seorang mantan penjaga keamanan Shell, mengaku bertanggung jawab atas sabotase jaringan pipa di masa lalu, sekaligus mengatakan supervisor dan karyawan Shell membagi uang dari pembersihan.

Menurut Zembla, penyabot melakukan hal tersebut karena kelaparan.

Pada Mei, Biro Statistik Nasional Nigeria mengatakan 40% orang di negara Afrika Barat hidup dalam kemiskinan, di negara dengan ekonomi terbesar di Afrika.

Cees Van Dam, seorang profesor Bisnis Internasional dan Hak Asasi Manusia di Universitas Rotterdam, mengatakan tuduhan dalam laporan Zembla "kredibel".

“Di Belanda, ini pasti dianggap sebagai tindak pidana. Perusakan properti yang disengaja, pencemaran lingkungan yang disengaja, ini adalah masalah serius yang tidak akan diterima oleh satu perusahaan pun dari karyawannya, katanya.

Pembuat film dokumenter itu mengklaim memiliki dokumen yang mengonfirmasikan bahwa SPDC mengetahui tuduhan tersebut. Namun, Shell sejauh ini belum menanggapi pertanyaan tentang langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Sumber : Al Jazeera

Berita Lainnya