sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kawat diplomatik bocor, Trump kritik Dubes Inggris

Kawat diplomatik yang bocor mengungkap pandangan tajam Dubes Inggris terhadap kepresidenan Donald Trump.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 08 Jul 2019 16:34 WIB
Kawat diplomatik bocor, Trump kritik Dubes Inggris

Donald Trump mengkritik Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat Kim Darroch setelah kabel diplomatik yang bocor mengungkapkan bahwa diplomat itu mencap pemerintah AS tidak becus, disfungsional dan terpecah.

"Dubes itu belum melayani Inggris dengan baik," tutur Trump kepada wartawan di New Jersey.

Trump menambahkan, "Kami bukan penggemar berat pria itu dan dia belum melayani Inggris dengan baik ... Saya bisa saja mengatakan banyak hal tentang dia, tetapi saya tidak perlu repot-repot melakukannya."

Surat kabar Inggris, The Mail on Sunday, melaporkan bahwa dalam kawat diplomatik yang dikirim ke Inggris, Dubes Darroch juga menyatakan bahwa kepresidenan Trump dapat hancur dan berakhir dengan aib.

"Menurut kami, pemerintahan ini tidak akan menjadi lebih normal, disfungsional, terpecah, ceroboh, dan kompeten secara diplomatis," demikian bunyi salah satu kawat diplomatik.

Dalam kabel diplomatiknya, Darroch turut pula menggambarkan Trump sebagai sosok yang tidak kompeten dan tidak percaya diri.

Setelah kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris pada Juni, Darroch dikabarkan mengirimkan sebuah kawat diplomatik yang mengatakan presiden dan timnya sangat terkesan dengan kunjungan itu. 

Namun, dia ragu Inggris akan menjadi prioritas AS karena menurutnya AS merupakan negara yang hanya mementingkan keuntungan sendiri.

Sponsored

Darroch dilaporkan menulis bahwa kabar adanya pertikaian, perpecahan dan kekacauan yang terjadi di Gedung Putih sebagian besar benar.

Inggris perintahkan penyelidikan

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan akan melakukan penyelidikan formal terkait kebocoran informasi tersebut. Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan kawat diplomatik yang bocor itu mencerminkan pandangan pribadi, bukan pandangan pemerintah Inggris.

"Dubes Darroch melakukan pekerjaannya dengan memberikan laporan dan pendapat pribadi tentang apa yang terjadi di negara tempat dia bekerja ... Tetapi itu adalah pendapat pribadi, bukan pandangan pemerintah Inggris dan bukan opini saya," jelas Hunt.

Hunt menambahkan, menurut Inggris, di bawah kepemimpinan Trump, pemerintah AS sangat efektif dan telah menjadi sahabat terbaik Inggris di panggung internasional.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox mengatakan kebocoran itu sebagai hal yang tidak profesional dan tidak etis.

"Siapa pun yang merilis nota-nota itu memiliki niat jahat untuk merusak hubungan pertahanan dan keamanan Inggris dengan AS," kata Fox.

Darroch merupakan salah satu diplomat paling berpengalaman di Inggris yang memulai tugasnya di Washington pada Januari 2016, sebelum Trump memenangkan kursi kepresidenan.

The Mail on Sunday menyebutkan bahwa kebocoran itu mencakup kawat-kawat diplomatik sejak 2017 dan kemungkinan disebarkan oleh seseorang dalam layanan sipil Inggris.

Dalam salah satu kawat diplomatik terbaru yang dikirim Darroch pada 22 Juni, diplomat itu mengkritik kebijakan luar negeri Trump terhadap Iran. Menurutnya, langkah AS memicu kekhawatiran akan adanya konflik militer.

Kemlu Inggris tidak membantah kebenaran nota-nota tersebut.

"Masyarakat Inggris mengharapkan para duta besar kami untuk memberi penilaian yang jujur dan tidak memihak tentang politik di negara tempat mereka bertugas," kata seorang juru bicara Kemlu Inggris.

Senada dengan Menlu Hunt, juru bicara itu menyatakan bahwa pandangan para diplomat belum tentu mencerminkan pandangan para menteri atau pemerintah.

"Tim kami di Washington memiliki hubungan yang baik dengan Gedung Putih dan tidak diragukan lagi bahwa relasi akan tetap kuat meski diganggu perilaku jahat seperti itu," lanjutnya. (Al Jazeera dan BBC)