sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kebakaran Australia: Sempat turun, suhu akan melonjak kembali Jumat

Dewan Asuransi Australia memperkirakan tagihan kerusakan mencapai 700 juta dolar Australia atau Rp6,7 triliun.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 07 Jan 2020 17:43 WIB
Kebakaran Australia: Sempat turun, suhu akan melonjak kembali Jumat

Para pejabat mengatakan, hampir 2.000 rumah hancur dalam krisis kebakaran hutan yang berlangsung selama berbulan-bulan di Australia. Setidaknya 25 orang tewas dan jutaan hewan mati sejak September.

Pada Selasa (7/1), pejabat di New South Wales (NSW) menuturkan, kebakaran di negara bagian itu telah menghanguskan 1.588 rumah dan merusak 653 rumah lainnya.

Dewan Asuransi Australia memperkirakan tagihan kerusakan mencapai 700 juta dolar Australia atau Rp6,7 triliun. Namun, angkanya diperkirakan akan meningkat dengan signifikan.

Menyusul asap yang menyelimuti sejumlah kota termasuk Canberra, Sydney, dan Melbourne, para dokter telah memperingatkan bahaya pernafasan, terutama bagi kelompok rentan, termasuk wanita hamil.

Badan Meteorologi pada Senin (6/1) memperingatkan bahwa jarak pandang di sejumlah titik di Melbourne dan sekitarnya kurang dari 1 km. 

Setelah kondisi sempat memburuk pekan lalu, petugas pemadam kebakaran saat ini memanfaatkan suhu yang menurun untuk meningkatkan garis pertahanan di sekitar area kebakaran yang melanda Australia tenggara. Hujan dilaporkan mengguyur NSW dan Victoria, namun para pejabat memperingatkan bahwa pada Jumat (10/1), suhu cenderung kembali melonjak.

Ada kekhawatiran bahwa kobaran api yang dari kedua negara bagian dapat bergabung, menciptakan medan api yang tidak dapat diprediksi dan memicu bahaya yang lebih tinggi.

"Tidak ada ruang untuk berpuas diri," kata Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian pada Senin.

Sponsored

Penurunan suhu yang singkat telah memungkinkan pengiriman pasokan ke daerah-daerah yang terdampak. Militer telah mengirimkan suplai, personel, dan kendaraan ke Kangaroo Island, yang terletak di dekat Kota Adelaide, Australia Selatan. Pulau itu disebut hancur oleh kebakaran hutan, dengan dua orang tewas pekan lalu.

Layanan Pemadam Kebakaran NSW menyatakan bahwa lebih dari 2.600 orang dikerahkan pada Selasa untuk meningkatkan jalur pertahanan antara area kebakaran dan daerah berpenduduk.

Australia saat ini tengah berjuang menghadapi musim kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemicunya adalah suhu panas ekstrem dan kekeringan yang meluas.

Pada Senin, setelah memperingatkan bahwa krisis akibat kebakaran hutan dapat berlangsung selama berbulan-bulan, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa pemerintah menganggarkan 2 miliar dolar Australia untuk pemulihan selama dua tahun ke depan.

Dia juga mengumumkan pembentukan badan rehabilitasi untuk membantu mereka yang kehilangan rumah dan bisnis. Selain itu, pemerintah pun menjanjikan sejumlah kompensasi bagi sukarelawan yang mengambil cuti untuk membantu memadamkan api, dan lebih banyak dana untuk penyediaan pesawat warterbombing.

Pada Selasa, PM Morrison mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson atas dukungan mereka untuk memadamkan api. Dia mengatakan bahwa AS dan Inggris merupakan teman baik.

Selebritas turun tangan 

Pada akhir pekan, sebuah aksi penggalangan dana yang diluncurkan oleh komedian Celeste Barber bagi layanan kebakaran di NSW berhasil mengumpulkan lebih dari 35 juta dolar Australia hanya dalam waktu 48 jam.

Selebritas lainnya juga ikut mengulurkan tangan, termasuk aktor Hollywood asal Australia Chris Hemsworth. Lewat unggahan sebuah video dia mengatakan telah menyumbang 1 juta dolar.

Selain Chris Hemsworth, ada pula penyanyi Pink, dan aktris asal Australia Nicole Kidman yang masing-masing menyumbang US$500.000.

Pada Senin, penyanyi asal Australia Kylie Minogue mentwit bahwa dia telah menyumbangkan US$500.000 bagi upaya pemadaman langsung dan dukungan berkelanjutan yang akan dibutuhkan. 

Sumber : BBC

Berita Lainnya