sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kebakaran hutan di Australia: 3 tewas, 150 rumah hancur

Perdana Menteri Australia Scott Morrison khawatir jumlah kematian warganya bertambah, akibat kebakaran hutan.

Valerie Dante
Valerie Dante Minggu, 10 Nov 2019 05:00 WIB
Kebakaran hutan di Australia: 3 tewas, 150 rumah hancur

Pada Sabtu (9/11), pihak berwenang menyatakan tiga orang tewas, empat lainnya hilang dan setidaknya 150 rumah hancur akibat kebakaran hutan yang melanda Australia timur.

Dinas Pemadam Kebakaran New South Wales (NSW RFS) membenarkan dua orang tewas akibat kebakaran di Glen Innes yang berjarak lebih dari 550 kilometer utara dari Sydney. Mereka menemukan satu mayat di dalam kendaraan dan seorang wanita meninggal akibat menderita luka bakar pada Jumat (8/11).

Polisi New South Wales mengatakan, satu jasad lainnya ditemukan di sebuah rumah yang terbakar di Taree, kota yang berjarak 300 kilometer dari Sydney. Polisi menyebut, rumah itu milik seorang wanita berusia 63 tahun, meski diperlukan pemeriksaan untuk mengonfirmasi identitas dan penyebab kematian.

Setidaknya empat orang lainnya masih dinyatakan hilang pada Sabtu. Sebelum korban tewas ketiga ditemukan, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengaku khawatir jumlah kematian dapat meningkat.

"Kebakaran ini telah merengut dua nyawa. Dan ketika kami dapat mengakses daerah-daerah lain, kami bersiap-siap menghadapi kabar yang lebih buruk lagi," kata dia.

Morrison menuturkan kemungkinan akan mengerahkan personel angkatan bersenjata Australia untuk membantu kinerja layanan darurat. Dana bantuan, tambahnya, tersedia bagi mereka yang terdampak langsung oleh kebakaran hutan.

Peristiwa ini merupakan salah satu kebakaran hutan terburuk di Australia.

Pada Jumat, otoritas pemadam kebakaran Australia mengeluarkan peringatan darurat, dengan 17 kebakaran hutan dinyatakan pada tingkat darurat akibat angin kering yang mengobarkan api.

Sponsored

Ada sekitar 81 kebakaran hutan yang berkobar di seluruh negara bagian itu hingga Sabtu sore, 36 di antaranya belum terkendali.

Di Queensland, ribuan penduduk di dekat Noosa menghabiskan malam di pusat-pusat evakuasi.

Perdana Menteri Queensland Anastasia Paluszek mengatakan, pihak berwenang masih menilai apakah aman bagi hampir 2.000 warga untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Kebakaran ini dapat berubah dengan sangat cepat, saat ini kondisinya sangat kering dan angin akan bertiup," kata Paluszek.

Sementara itu di Western Australia, satu kebakaran dinyatakan pada tingkat darurat dan Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Darurat memperingatkan risiko kebakaran tinggi di seluruh negara bagian.