sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemandirian kesehatan nasional jadi prioritas diplomasi RI 2021

Kemlu akan fokus merealisasikan komitmen vaksin, baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 06 Jan 2021 21:26 WIB
Kemandirian kesehatan nasional jadi prioritas diplomasi RI 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan, diplomasi Indonesia pada 2021 akan memprioritaskan sejumlah hal, salah satunya adalah membangun kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional.

"Kami akan fokus melakukan realisasi komitmen vaksin, baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral," jelasnya dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (6/1).

Ketersediaan sejumlah vaksin Covid-19, jelasnya, telah menimbulkan optimisme baru dalam perang melawan pandemi. Namun, kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara masih menjadi tantangan, terutama di kuartal pertama dan kedua 2021.

"Vaksin juga menimbulkan harapan mulai pulihnya kegiatan ekonomi," lanjut Retno.

Mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF), dirinya menyatakan, pertumbuhan ekonomi global dapat mencapai 5,2% bahkan diduga menyentuh 6,9% untuk kawasan Asia.

Lebih lanjut, Retno menuturkan, diplomasi Indonesia akan bekerja untuk mengupayakan penguatan kerja sama membangun industri kesehatan nasional, seperti industri bahan baku obat, farmasi, dan alat kesehatan.

"Kami juga akan melakukan penguatan kerja sama pengembangan riset dan transfer teknologi dan SDM (sumber daya manusia) di bidang kesehatan," sambungnya.

Dia menambahkan, diplomasi Indonesia juga akan mengupayakan penguatan sistem dan mekanisme kesiapsiagaan menghadapi pandemi yang akan datang, dari tingkat nasional, kawasan, hingga global.

Sponsored

Terkait pengadaan vaksin Covid-19, Retno mengatakan, diplomasi yang dilakukan sepanjang 2020 bertujuan meratakan jalan dan membuka akses komitmen kerja sama vaksin, baik secara bilateral maupun multilateral.

"Sejak awal pandemi, Indonesia secara konsisten menekankan prinsip vaksin sebagai public goods serta menjunjung akses yang setara, aman, dan dengan harga terjangkau," jelasnya.

Selain kemandirian kesehatan nasional, Menlu RI menyampaikan empat hal lainnya yang menjadi prioritas diplomasi Indonesia pada 2021. Pertama, mendukung pemulihan ekonomi dan pembangunan hijau dan berkelanjutan.

Selain itu, akan digunakan untuk memperkuat sistem perlindungan warga negara Indonesia (WNI). Perwakilan di luar negeri bakal terus memperbaiki infrastruktur perlindungan melalui sejumlah metode.

"Antara lain dengan pemberian dukungan anggaran perlindungan, khususnya terkait penanganan Covid-19, pembangunan Perwakilan Pelindungan Terpadu (PPT), dan peningkatan status Konsulat RI di Tawau menjadi KJRI," ujarnya.

Prioritas selanjutnya, untuk berkontribusi memajukan isu kawasan dan dunia. Indonesia secara khusus menaruh fokus pada sejumlah isu, termasuk women, peace, and security (WPS), Rohingya, Indo-Pacific, kerja sama pembangunan regional, dukungan terhadap Palestina, serta perdamaian inklusif di Afghanistan.

Keempat, untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah. "Kita fokus pada dua hal, yakni meningkatkan intensitas perundingan perbatasan darat dan maritim serta memperkuat upaya menjaga integritas kedaulatan NKRI," tutupnya.

Berita Lainnya
×
img