sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kematian akibat Covid-19 di Meksiko tembus 100.000

Fatalitas tertinggi akibat SARS-CoV-2 terjadi di AS, Brasil, dan India. "Negeri Sombrero" berada di urutan keempat.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 20 Nov 2020 13:44 WIB
Kematian akibat Covid-19 di Meksiko tembus 100.000
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Jumlah fatalitas akibat Covid-19 di Meksiko melampaui 100.000. Hal tersebut membuat "Negeri Sombrero" menjadi negara keempat di dunia yang melewati tonggak 100.000 kematian.

"Hari ini di Meksiko, kami secara total mencatat 100.000 orang yang kehilangan nyawa akibat Covid-19," tutur Wakil Menteri Kesehatan, Hugo Lopez-Gatell, dalam sebuah konferensi pers, Kamis (19/11) waktu setempat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Menkes) Meksiko, terdapat 576 kematian baru pada Kamis, sehingga totalnya menjadi 100.104. Angka itu di bawah fatalitas yang tercatat di Amerika Serikat (AS), Brasil, dan India.

Sementara itu, jumlah kumulatif kasus infeksi Covid-19 di Meksiko mencapai 1.019.543, negara dengan populasi 128 juta tersebut. Dengan demikian, terjadi peningkatan 4.472 kasus dari hari sebelumnya.

Meskipun jumlah infeksi harian kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir, pihak berwenang mengklaim, kematian harian secara konsisten menurun. "Dan itulah tujuan akhir kita," kata Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, pekan ini.

Namun, epidemiolog dan mantan pejabat Kemenkes Meksiko, Malaquias Lopez, berpendapat, tidak ada kejelasan apakah situasi dalam negeri membaik.

"Kita sekarang berada di titik di mana kita tidak melihat tren penurunan yang jelas. Kita tidak tahu ke mana arahnya," ujarnya.

Pemerintah mengatakan, pola makan yang buruk dan masalah kesehatan, termasuk obesitas, hipertensi, serta diabetes, menjadi penyebab tingginya angka kematian. "Itu benar," kata Lopez.

Sponsored

Alasan lainnya, tingginya angka kematian mencerminkan besarnya populasi. Dia menambahkan, separuh dari angkatan kerja di Meksiko bekerja di sektor informal dan tidak mampu swakarantina ketika sakit.

Pihak berwenang pun mengakui, jumlah kematian akibat Covid-19 sesungguhnya lebih tinggi daripada angka resmi mengingat tingkat pengujian rendah.

Luis Vargas, dokter yang bekerja di lokasi pengujian Covid-19 di Mexico City, mengatakan, orang-orang belakangan ini menjadi lebih gugup ketika kerabat atau temannya terjangkit Covid-19

Dikhawatirkan banyak pembeli yang lalai mengikuti tindakan kebersihan selama penjualan Black Friday bulan ini di Meksiko. "Menurut saya, jumlah kasusnya akan bertambah," katanya. (France 24)

Berita Lainnya