sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kematian akibat Covid-19 di Prancis mencapai 22.856

Prancis mencatat lebih dari 162.100 total kasus Covid-19, termasuk 44.903 pasien yang dinyatakan sembuh.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 27 Apr 2020 18:28 WIB
Kematian akibat Covid-19 di Prancis mencapai 22.856
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Pasien meninggal akibat coronavirus jenis baru di Prancis meningkat 242 kasus pada Minggu (26/4), membuat jumlah total menjadi 22.856.

Dari 242 kasus kematian, 152 orang meninggal di rumah sakit, sementara 90 orang lainnya meninggal di panti jompo.

Prancis mencatat lebih dari 162.100 total kasus Covid-19, termasuk 44.903 pasien yang dinyatakan sembuh. Prancis memiliki kasus positif dan kematian tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Spanyol, dan Italia.

Otoritas kesehatan menyatakan bahwa jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, khususnya dalam perawatan intensif, secara lambat namun pasti terus menurun.

Pemerintah berencana untuk mulai mengangkat langkah-langkah pembatasan sosial yang diterapkan di bawah lockdown atau karantina wilayah.

Lockdown, yang diperintahkan oleh Presiden Emmanuel Macron untuk memperlambat penyebaran virus, telah diberlakukan sejak 17 Maret dan dijadwalkan akan mulai dilonggarkan pada 11 Mei.

Macron berencana untuk meringankan beberapa pembatasan sosial dengan secara bertahap membuka kembali sekolah-sekolah di sejumlah wilayah.

Menanggapi rencana Macron, dewan ilmiah yang menasihati pemerintah tentang Covid-19 menyatakan bahwa anak-anak sekolah perlu diwajibkan mengenakan masker untuk membantu mengekang penyebaran virus.

Sponsored

Pemerintah juga berencana mengizinkan sejumlah pengecer untuk kembali beroperasi pada 11 Mei, meskipun beberapa pembatasan sosial tidak akan dilonggarkan di daerah-daerah yang dinilai berpotensi melihat gelombang infeksi baru.

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe pada Selasa (28/4) dijadwalkan mempresentasikan rencana pemerintah untuk melonggarkan pembatasan sosial. Parlemen kemudian akan memberikan suara untuk menyetujui atau menentang rencana tersebut.

Pada Minggu, PM Philippe menjelaskan bahwa rencana relaksasi pembatasan pemerintah akan menargetkan lima bidang utama yakni kesehatan masyarakat, sekolah, bisnis, transportasi umum, dan pertemuan publik skala besar.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya