sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kematian akibat Covid-19 di Prancis tembus 15.000

Prancis secara keseluruhan mencatat 143.303 kasus Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 15 Apr 2020 10:52 WIB
Kematian akibat Covid-19 di Prancis tembus 15.000
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Prancis pada Selasa (14/4) secara resmi mencatat lebih dari 15.000 kasus kematian akibat coronavirus jenis baru, menjadikannya negara keempat yang melampaui rekor tersebut setelah Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Otoritas kesehatan menjelaskan bahwa jumlah pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) turun menjadi 6.370 dari 6.821 pada hari sebelumnya. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 3 April.

Penurunan pasien yang dirawat di ICU terjadi untuk hari keenam berturut-turut, membuat pihak berwenang menilai bahwa lockdown atau karantina wilayah skala nasional menunjukkan kemajuan dalam upaya mengekang penyebaran virus.

Pada Senin (13/4), Presiden Emmanuel Macron mengumumkan perpanjangan lockdown hingga 11 Mei. Dia menyatakan telah terjadi kemajuan dan mengakui bahwa pada awalnya, Prancis belum cukup siap mengatasi tantangan yang ditimbulkan Covid-19.

Prancis secara keseluruhan mencatat 143.303 kasus positif Covid-19, di mana 28.805 di antaranya dinyatakan sembuh.

Kejuaraan balap sepeda ditunda

Tour de France, kejuaraan balap sepeda tahunan di Prancis, telah diundur karena pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah.

Kompetisi tersebut awalnya dijadwalkan dimulai pada 27 Juni di Kota Nice dan berakhir pada 19 Juli di Paris. Namun, rencana itu praktis batal ketika Presiden Macron melarang pertemuan publik massal hingga pertengahan Juli.

Sponsored

Setiap ajang tersebut digelar, ribuan penonton di sejumlah tempat akan berkumpul di tepi jalan untuk menyaksikan balapan.

Surat kabar Le Dauphine Libere melaporkan bahwa Tour de France kemungkinan akan digelar pada 29 Agustus hingga 20 September.

Marc Madiot, direktur tim pesepeda Prancis Groupama-FDJ, menyatakan bahwa Macron mengizinkan kompetisi tersebut untuk tetap digelar dalam beberapa bulan ke depan.

"Berdasarkan apa yang dia sampaikan pada kami, sepertinya tetap mungkin menggelar Tour de France pada Agustus," ujar Madiot. (Reuters, ABC News, dan Bloomberg)

Berita Lainnya