logo alinea.id logo alinea.id

Kembali gemetar, kesehatan Kanselir Jerman picu perdebatan

Sudah tiga kali Kanselir Jerman Angela Merkel kedapatan gemetar di muka publik.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 12 Jul 2019 14:10 WIB
Kembali gemetar, kesehatan Kanselir Jerman picu perdebatan

Kondisi kesehatan Kanselir Jerman Angela Merkel memicu perdebatan di internal partainya, Persatuan Demokrat Kristen Jerman (CDU). Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah dia harus menyerahkan kekuasaannya lebih cepat dari yang dijadwalkan pada 2021.

Merkel dilaporkan kembali kedapatan gemetar pada Rabu (10/7), saat menghadiri upacara penyambutan Perdana Menteri Finlandia Antti Rinne di Berlin. Ini merupakan kali ketiga dia mengalami kondisi tersebut di muka publik.

Pada Kamis (11/7), dalam upacara penyambutan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Merkel melanggar protokol dan memilih untuk duduk sepanjang acara.

Merkel tidak menunjukkan tanda-tanda tremor pada Kamis dan terus tersenyum lebar. Dalam konferensi pers usai upacara, Merkel menegaskan bahwa kesehatannya baik-baik saja tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Saya sadar memiliki tanggung jawab terhadap kantor saya ... Saya menjaga kesehatan," tutur Merkel.

Meskipun Merkel bersikeras kondisinya baik-baik saja, kekhawatiran terkait kesehatannya memicu perdebatan di CDU. Sejumlah anggota partai bertanya-tanya kapan dia harus menyerahkan jabatan kepada penerusnya, Annegret Kramp-Karrenbauer.

Merkel yang dilantik pada 2005 kini sedang menjalani masa jabatan keempatnya sebagai kanselir. Dia mengatakan akan meninggalkan dunia politik ketika masa jabatannya berakhir pada 2021.

Pada Desember, dia menyerahkan kursi ketua CDU kepada Kramp-Karrenbauer, sebuah langkah yang dinilai sebagai awal dari penyerahan kekuasaannya.

Sponsored

"Tremor yang dialami Merkel memicu debat internal CDU tentang apakah jadwal penyerahan kekuasaan yang disepakati antara Merkel dan Kramp-Karrenbauer tidak akan diubah," kata salah satu anggota komite eksekutif CDU.

Belakangan ini, popularitas Kramp-Karrenbauer merosot karena dinilai telah membuat sejumlah kesalahan sejak menjabat sebagai ketua partai.

Sumber-sumber di kantor kanselir mengatakan baik Merkel maupun Kramp-Karrenbauer tidak berencana mengubah jadwal penyerahan jabatan itu. Pasalnya, jika Merkel mundur lebih awal, itu justru akan mendorong terjadinya pemilu baru.

Dituntut transparan

Merkel, yang tidak memiliki riwayat kesehatan serius, menghadapi tekanan yang besar untuk lebih terbuka tentang penyakitnya.

Kantornya tidak memberikan penjelasan terkait tremor singkat yang dialami Merkel. Sang kanselir pun tidak memberikan rincian perawatan medis yang telah dia terima.

Setelah bertemu dengan PM Rinne pada Rabu, Merkel mengatakan dia sedang mencoba mengatasi tremor yang dialaminya, tetapi bersikeras dia baik-baik saja.

Manfred Guellner, kepala lembaga survei Forsa, mengatakan Merkel perlu lebih transparan mengenai kondisi kesehatannya.

"Merkel adalah jaminan stabilitas pemerintahan dan banyak orang ingin dia menjalani masa jabatan penuh," kata Guellner. "Mengatakan bahwa dia 'berusaha mengatasi' tremor itu tidak cukup, dia harus berterus terang."

Memimpin ekonomi terbesar Uni Eropa, Merkel dikenal atas etos kerja dan staminanya yang kuat untuk mengikuti diskusi larut malam yang intensif di KTT Uni Eropa.

Di Amerika Serikat, sebagian hasil pemeriksaan medis tahunan presiden akan diumumkan kepada publik. Namun, di Jerman, hasil pemeriksaan medis para pemimpin politik bersifat privat. 

Sebelumnya, Merkel dilaporkan terlihat gemetar saat mengikuti upacara militer bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada 18 Juni. Hal serupa kemudian terulang saat dia menghadiri upacara pelantikan menteri di Bellevue Castle, Berlin, pada 27 Juni.

Sumber : Reuters