sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kemlu bantah kabar Rusia akan naikkan tarif pajak CPO Indonesia

Sejauh ini, pemerintah Rusia dinilai tetap mengakui arti penting CPO bagi negaranya.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 06 Agst 2019 18:35 WIB
Kemlu bantah kabar Rusia akan naikkan tarif pajak CPO Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17951
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Plt. juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah membantah adanya wacana yang menyatakan bahwa pemerintah Rusia berencana menaikkan tarif pajak (PPN) minyak kelapa sawit asal (CPO) Indonesia dari 10% menjadi 20%.

Dia menerangkan bahwa wacana tersebut hanya beredar di majelis rendah parlemen Rusia (Duma) dan bukan suara pemerintah Rusia.

"Wacana itu muncul di Duma dan bukan sikap pemerintah," tegas Faizasyah dalam pengarahan media di Kemlu RI, Jakarta, Selasa (6/8).

Faizasyah mengatakan, sejauh ini pemerintah Rusia tetap mengakui arti penting CPO bagi negaranya. Menurut Faizasyah, Indonesia tengah berupaya memastikan kembali adanya kesepahaman antara kedua negara mengenai pandangan terkait CPO asal Indonesia.

"Kami akan memastikan kedua negara sepaham mengenai isu ini agar impor CPO terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi Rusia," tambahnya. "Indonesia akan memastikan Rusia tetap berkomitmen mengimpor CPO dari kami."

Wacana kenaikan pajak itu diduga muncul karena adanya kesalahpahaman terkait CPO Indonesia yang dianggap memiliki efek negatif bagi kesehatan manusia.

Faizasyah menuturkan bahwa Indonesia berharap ke depannya peneliti-peneliti di Rusia dapat mematahkan pandangan itu dengan memberikan kajian ilmiah yang menyatakan bahwa CPO Indonesia aman untuk dikonsumsi.

"Cara memengaruhi Duma itu tentunya memerlukan pendekatan yang berbeda. Untuk sekarang, kami berharap pihak-pihak internal Rusia sendiri dapat membantu kami meyakinkan berbagai kalangan, termasuk Duma, bahwa CPO itu tidak berdampak buruk bagi kesehatan," ungkap Faizasyah.

Sponsored
Berita Lainnya