logo alinea.id logo alinea.id

Kemlu bantah video Rizieq Shihab soal menlu ajak dukung Jokowi

Kemlu RI menegaskan bahwa dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Menlu Retno sama sekali tidak membicarakan soal Pilpres 2019.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 01 Apr 2019 16:58 WIB
Kemlu bantah video Rizieq Shihab soal menlu ajak dukung Jokowi

Kementerian Luar Negeri RI mengklarifikasi kabar yang menyebut bahwa dalam kunjungannya ke Arab Saudi pada awal bulan, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengarahkan para staf kedutaan besar di sana untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bertanding dalam Pilpres 2019.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Rizieq Shihab dalam video yang diunggah di kanal YouTube media Front Pembela Islam (FPI), Front TV, pada Jumat (29/3).

"Sangat kita sesalkan, beberapa waktu yang lalu Menteri Luar Negeri RI datang ke Arab Saudi, melakukan pertemuan baik di KBRI maupun di KJRI ... Menlu RI tanpa malu-malu dan sungkan, secara terang-terangan, mengajak para staf yang ada di KBRI dan KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01 yaitu Joko Widodo-Ma'ruf Amin," tutur Rizieq dalam video berdurasi 16 menit tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal membantah keras tudingan tersebut.

"Kemlu RI mengetahui ada video yang mengatakan bahwa Menlu Retno mengarahkan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memilih salah satu kandidat dalam kontestasi Pilpres 2019. Kami ingin menyatakan bahwa pernyataan itu tidak benar," tegas Iqbal dalam konferensi pers di Tjikini Lima, Jakarta, Senin (1/4).

Dia menyampaikan, Menlu Retno memang berkunjung ke Jeddah pada 4 Maret, tetapi kunjungan itu dilakukan dalam konteks perlindungan WNI.

"Saat itu menlu meresmikan gedung pelayanan satu atap ... Jadi kunjungan tersebut tidak ada kaitannya dengan urusan politik," lanjutnya.

Iqbal, yang mendampingi Menlu Retno dalam kunjungannya ke Arab Saudi pada saat itu, menekankan bahwa menlu sama sekali tidak membicarakan soal Pilpres 2019.

Sponsored

"Saat itu beliau berbicara soal kondisi WNI, perkembangan ekonomi, perdagangan dengan Arab Saudi," jelasnya. "Pesan yang beliau sampaikan adalah meminta kepala perwakilan RI di sana untuk memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan pemilu di luar negeri serta memastikan hal itu berjalan dengan aman dan lancar."

Meskipun bukan penyelenggara, lanjutnya, perwakilan RI tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung dan memastikan pemilu di luar negeri berjalan aman.

Dia menyebut bahwa selama di Jeddah, selain meninjau pelayanan WNI, Menlu Retno menyempatkan diri untuk berkunjung ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ).

"Bu Menlu memanfaatkan kunjungan tersebut untuk melihat kondisi SIJ dan sudah direncanakan untuk membeli gedung baru. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," lanjut dia.

Iqbal menegaskan bahwa pernyataan Rizieq Shihab keliru karena Menlu Retno bahkan tidak berkunjung ke KBRI Riyadh dan hanya bertemu dengan staf di KJRI Jeddah.

"Bertemu dengan staf di kantor perwakilan itu adalah kegiatan yang pasti dilakukan menlu ke negara mana pun beliau berkunjung," kata dia.

Dalam kunjungannya ke KJRI Jeddah, Menlu Retno mengingatkan kepada semua staf untuk mengedepankan netralitas, profesionalisme, dan integritas.

"Ini bukan pertama kali Menlu Retno menyampaikan imbauan tersebut. Sekali lagi saya tekankan tidak benar menlu meminta kepala perwakilan memberikan dukungan terhadap kandidat tertentu," ujarnya.