sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemlu dorong startup jadi pilar diplomasi ekonomi Indonesia

Wamenlu menilai bahwa startup merupakan tumpuan penting bagi pendorong perekonomian Indonesia.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 25 Nov 2019 14:04 WIB
Kemlu dorong startup jadi pilar diplomasi ekonomi Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menilai bahwa startup sebagai pelaku bisnis dalam ekosistem ekonomi digital merupakan tumpuan penting bagi pendorong perekonomian Indonesia. Dia mengatakan, startup adalah andalan dan salah satu pilar untuk diplomasi ekonomi.

"Ini merupakan keinginan pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, untuk memfasilitasi perkembangan startup agar arah ekosistem ekonomi menjadi baik, sehat dan interaktif," tutur Mahendra dalam ajang "Kemlu for Startup" di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Senin (25/11).

Dia mengatakan bahwa pemerintah berharap ajang "Kemlu for Startup" dapat menampung masukan dan saran mengenai bagian-bagian mana yang menjadi kebutuhan startup ataupun investor yang dapat dibenahi.

Direktur Asia Tenggara Kemlu RI Denny Abdi menuturkan bahwa acara ini dihadiri oleh lebih dari 370 startup dalam negeri serta tujuh modal ventura dari dalam dan luar negeri.

"Pemerintah perlu banyak berkomunikasi dengan pebisnis untuk mengetahui aturan mana yang bisa diperbaiki. Interaksi seperti ini merupakan cara pemerintah menyerap aspirasi mereka," ujar Denny.

Salah satu sesi dalam acara tersebut merupakan business matching antara 82 startup terpilih dengan tujuh modal ventura.

"Harapannya, dari business matching tersebut akan ada startup yang bisa didanai oleh salah satu modal ventura itu," ungkap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi RI Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa startup memiliki peran strategis untuk mendukung visi "Indonesia Maju 2045".

Sponsored

Dia menerangkan bahwa Indonesia sudah memiliki elemen yang dapat membawanya menjadi negara maju dengan satu pengecualian yakni kurangnya wirausaha.

"Artinya, kalau Indonesia tidak mampu mencetak wirausaha yang berkualitas, akan sulit bagi Indonesia menjadi negara maju dan mengikuti langkah negara-negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan China," kata dia.

Bambang meminta startup di dalam negeri untuk dapat beradaptasi, mengikuti perkembangan pasar dan tidak menjadi pemain pasif.

"Jangan hanya menjadi konsumen dan mengikuti tren tanpa beradaptasi. Harus jadi pemain besar," tegas dia. "Saya berharap, para perintis startup sejak sekarang sudah memikirkan posisi yang dapat mereka ambil dalam revolusi industri keempat."

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan bahwa inti dari diplomasi ekonomi yang didorong Kemlu RI merupakan upaya memperkuat dan membantu koordinasi langkah serta kebijakan yang akan melengkapi strategi perkembangan ekonomi nasional yang berkaitan dengan interaksi internasional.

"Esensinya hanya memperkuat dan bantu koordinasi saja. Apakah itu terkait perdagangan, pariwisata, investasi dan bahkan akses ke pasar-pasar nontradisional. Kemlu bisa bantu karena memiliki akses berupa perwakilan di negara-negara asing," ungkap Wamenlu Mahendra.

Salah satu tujuan utama diplomasi ekonomi, tambahnya, adalah mendukung agar ekonomi Indonesia tetap tumbuh dengan baik dan stabil di tengah dinamika ekonomi global yang bergejolak.

Berita Lainnya