Dunia / Korea Utara-Korea Selatan

Kim Jong-un dan Moon Jae-in bersiap gelar pertemuan ketiga

Sebagai persiapan pertemuan ketiga Kim Jong-un dan Moon Jae-in, para pejabat kedua negara akan bertatap muka pada Senin (13/8).

Kim Jong-un dan Moon Jae-in bersiap gelar pertemuan ketiga Ilustrasi / Shutterstock

Pejabat senior Korea Utara dan Korea Selatan akan bertemu pekan depan untuk membahas kemungkinan pertemuan ketiga antar para pemimpin kedua negara, ungkap Seoul pada Kamis (9/8).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah dua kali bertatap muka tahun ini, tepatnya pada bulan April dan Mei.

Para pejabat Korea Selatan belum lama ini menyatakan minatnya untuk mengadakan pertemuan ketiga, dengan harapan dapat memecahkan kebuntuan antara Korea Utara dan Amerika Serikat terkait dengan denuklirisasi.

Seperti dikutip dari The Straits Times, Jumat (10/8), Moon telah menyatakan menerima undangan dari Kim Jong-un untuk berkunjung ke Pyongyang pada musim gugur. Namun, detail kunjungan belum diumumkan dan tidak jelas apakah KTT Korea Selatan-Korea Utara akan diadakan di sana.

Di lain sisi, pertemuan di Panmunjom, yang disebut desa gencatan senjata di perbatasan antar-Korea, disebut membutuhkan lebih sedikit waktu untuk mengaturnya. Sebelumnya, Moon Jae-in dan Kim Jong-un juga bertemu di desa itu.

Kementerian Unifikasi Selatan pada Kamis (9/8) mengatakan bahwa Korea Utara telah mengusulkan untuk mengadakan pertemuan tingkat menteri di Panmunjom pada Senin (13/8) untuk membahas KTT berikutnya, dan Korea Selatan menyambut tawaran tersebut dengan cepat.

Dalam pertemuan pada 27 April, yang merupakan tatap muka perdana Moon Jae-in dan Kim Jong-un, keduanya mencapai kesepakatan luas untuk mengurangi ketegangan militer dan meningkatkan hubungan antar negara. Mereka juga mengatakan bahwa "denuklirisasi penuh" Semenanjung Korea adalah tujuan bersama.

Pertemuan kedua yang terjadi di Panmunjom pada 26 Mei, membantu meletakkan dasar bagi perundingan bersejarah Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 12 Juni di Singapura. Itu merupakan untuk pertama kalinya dalam sejarah, presiden AS dan pemimpin Korea Utara bertatap muka.

Trump dan Kim Jong-un menandatangani pernyataan bersama di mana pemimpin Korea Utara itu kembali berkomitmen untuk bekerja menuju "denuklirisasi penuh." Sementara, Trump berjanji untuk memberikan Korea Utara jaminan keamanan dan membantu hubungan bilateral "baru".

Meski demikian, pernyataan itu tidak secara spesifik menyebut bagaimana denuklirisasi akan tercapai dan kedua belah pihak sejak saat itu menyatakan frustasi terhadap satu sama lain.

Bulan lalu, Korea Utara menyebut perilaku pemerintahan Trump "bak gangster" setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengunjungi Pyongyang, di mana dia mendesak negara itu untuk mengambil langkah konkret menuju denuklirisasi, seperti menyerahkan inventaris fasilitas dan senjata nuklir serta membongkar beberapa di antaranya.

Di lain sisi, AS dan Korea telah membatalkan latihan militer tahunan mereka, dengan harapan mendorong Korea Utara melakukan denuklirisasi. Namun, pekan lalu Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan bahwa AS belum mengambil langkah yang cukup dibanding pihaknya yang telah menghentikan uji coba nuklir dan rudal, menghancurkan situs uji coba nuklir bawah tanah dan memulai pembongkaran sebuah situs uji coba mesin rudal.

Korea Utara baru-baru ini menuntut agar bersama-sama mendeklarasikan berakhirnya Perang Korea, sebagai awal untuk merundingkan perjanjian damai resmi untuk menggantikan gencatan senjata yang menghentikan pertempuran 65 tahun lalu. Pada pertemuan di bulan April, Kim Jong-un dan Moon Jae-in telah setuju untuk mendorong deklarasi semacam itu pada akhir tahun ini.

Namun para pejabat AS enggan memberikan konsesi yang sangat simbolis kepada Korea Utara sebelum negara itu mengambil langkah yang lebih berarti menuju denuklirisasi. Adapun menurut para analis, bagi Korea Utara, deklarasi seperti itu penting untuk menunjukkan bahwa AS tidak lagi bermusuhan dengan mereka.


Berita Terkait