logo alinea.id logo alinea.id

Kim Jong-un: Peluncuran rudal adalah peringatan bagi AS dan Korsel

Teranyar, Korea Utara meluncurkan dua rudal pada Selasa (6/8). Itu merupakan yang keempat dalam waktu kurang dari dua pekan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 07 Agst 2019 11:32 WIB
Kim Jong-un: Peluncuran rudal adalah peringatan bagi AS dan Korsel

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan bahwa peluncuran rudal berpemandu taktis yang dilakukan pihaknya adalah peringatan bagi Amerika Serikat dan Korea Selatan atas latihan militer bersama keduanya. Demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Rabu (7/8).

Latihan militer bersama AS-Korea Selatan, Dong Maeng, yang sebagian besar disimulasikan dengan komputer telah dimulai pada Senin (5/8) dan akan berlangsung hingga Selasa (20/8). Dong Maeng merupakan alternatif dari latihan tahunan berskala besar yang sebelumnya dihentikan untuk mempercepat pembicaraan denuklirisasi.

Teranyar, Korea Utara meluncurkan dua rudal pada Selasa (6/8). Itu merupakan yang keempat dalam waktu kurang dari dua pekan.

Mengutip pernyataan Kim Jong-un, KCNA menuliskan bahwa uji coba rudal terbaru adalah sebuah kesempatan untuk mengirim peringatan yang memadai terhadap latihan militer bersama yang sekarang sedang dilakukan AS dan Korea Selatan.

"Rudal-rudal berpemandu taktis tipe baru diluncurkan dari wilayah barat Korea Utara, terbang melintasi semenanjung di atas ibu kota dan wilayah pedalaman tengah untuk secara tepat mengenai pulau kecil yang ditargetkan di laut di lepas pantai timur Korea Utara," sebut KCNA.  

Laporan KCNA tersebut mengonfirmasi analisis militer Korea Selatan tentang lintasan rudal pada Selasa.

"Peluncuran itu secara jelas memverifikasi keandalan, keamanan dan kapasitas perang yang sebenarnya dari senjata itu," tulis KCNA, menggemakan pernyataan para analis yang menyatakan bahwa peluncuran rudal menunjukkan kepercayaan diri Korea Utara terhadap teknologi misilnya.

Korea Utara telah berulang kali mengecam latihan militer bersama AS-Korea Selatan, menyebutnya sebagai latihan perang yang bertujuan menggulingkan kepemimpinan di negara itu.

Sponsored

Menteri Pertahanan AS Mark Esper, dalam tur pertamanya di Asia, menuturkan selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo bahwa Korea Utara tetap menjadi perhatian besar.

Namun, pada Selasa dia mengatakan pihaknya tidak akan bereaksi berlebihan terhadap peluncuran rudal Korea Utara.

Lee Sang-min, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang menangani hubungan antarKorea, mendesak Korea Utara untuk menghentikan uji coba dan mengeksplorasi langkah-langkah untuk membangun kepercayaan.

Leif-Eric Easley, yang mengajar keamanan internasional di Ewha University di Seoul, mengatakan Korea Selatan dan AS telah mengurangi dan memfokuskan kembali latihan militer bersama mereka untuk memberikan ruang bagi diplomasi dengan Korea Utara.

"Tapi Pyongyang tidak menunjukkan apresiasi untuk itu," kata Easley.

Saat ini pembicaraan denuklirisasi belum dilanjutkan setelah terhenti sejak KTT AS-Korea Utara di Hanoi pada Februari. Donald Trump dan Kim Jong-un sepakat untuk menghidupkan kembali negosiasi setelah keduanya mendadak bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada Juni.

Pekan lalu, Trump menyepelekan peluncuran rudal oleh Korea Utara, menyebut misil-misil itu sangat standar. Trump juga mengatakan bahwa Kim Jong-un tidak mengecewakannya.

Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton pada Selasa menuturkan bahwa latihan militer bersama konsisten dengan kemitraan yang dimiliki AS dengan Korea Selatan. (Reuters dan Al Jazeera)