sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kim Jong-un tegur pejabat yang ceroboh soal Covid-19

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan, sebuah insiden serius telah mengancam upaya pencegahan Covid-19 di negaranya.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 30 Jun 2021 14:13 WIB
Kim Jong-un tegur pejabat yang ceroboh soal Covid-19

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan, sebuah insiden serius telah mengancam upaya pencegahan Covid-19 di negaranya.

Pengakuan tersebut dinilai langka karena selama ini, Pyongyang mengklaim bebas dari pandemik.

Dalam pertemuan politbiro dari Partai Buruh yang berkuasa, Kim Jong-un menegur sejumlah pejabat senior karena kecerobohan yang tidak disebutkan terkait dengan pandemik Covid-19.

Kabar tersebut dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Rabu (30/6).

"Para pejabat telah menyebabkan insiden serius yang menimbulkan krisis besar bagi keselamatan bangsa dan rakyatnya," kata KCNA dalam laporan mereka.

Laporan KCNA tidak merinci tentang "insiden serius" atau bagaimana hal itu menjadi ancaman bagi Korea Utara.

Korea Utara terus bersikeras telah mencatat nol kasus Covid-19, klaim yang hampir mustahil yang secara luas diperdebatkan oleh para ahli kesehatan global.

Tidak jelas apakah pengakuan kegagalan pada Rabu mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam pendekatan Korea Utara terhadap pandemik atau apakah itu dalih untuk rencana domestik lainnya.

Sponsored

Laporan KCNA mengatakan bahwa beberapa pejabat senior dicopot dalam pertemuan politbiro, meskipun tidak mengatakan apakah tindakan itu terkait dengan insiden Covid-19.

"Rezim mungkin menggunakan insiden itu sebagai cara untuk melakukan pembersihan kecil-kecilan, menyingkirkan unsur-unsur yang tidak diinginkan dan menggarisbawahi pemerintahan Kim Jong-un dengan rasa takut," tutur Mason Richey, profesor di Hankuk University of Foreign Studies di Korea Selatan. 

Sejak Januari 2020, Korea Utara telah menutup perbatasannya, membatasi perjalanan domestik dan bahkan memutuskan hampir semua perdagangan dengan mitra ekonomi utamanya, China.

Kim Jong-un telah berulang kali memperingatkan lockdown berkepanjangan di tengah apa yang disebutnya sebagai pandemik global yang terus memburuk. 

Media pemerintah berulang kali menyatakan bahwa vaksin yang diproduksi di luar negeri bukanlah panasea bagi pandemik ini.

Covax, program distribusi vaksin global yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berencana mengirimkan hampir dua juta dosis vaksin AstraZeneca ke Korea Utara pada paruh pertama tahun ini. 

Namun, proses tersebut telah tertunda sebagian besar karena negosiasi yang belum kunjung selesai antara Covax dan Pyongyang.

Para pekar kesehatan global menilai, pandemik di Korea Utara bisa sangat berbahaya karena sebagian besar negara itu miskin dan tidak memiliki sistem perawatan kesehatan yang memadai.

Dalam sebuah laporan pekan lalu, WHO mengatakan bahwa Korea Utara mengklaim telah melakukan lebih dari 31.000 tes Covid-19, yang semuanya dinyatakan negatif.

Sumber : Voice of America

Berita Lainnya