logo alinea.id logo alinea.id

Komisi Eropa masukkan Arab Saudi dalam daftar hitam pencucian uang

Daftar hitam yang diusulkan Komisi Eropa masih harus mendapat persetujuan dari seluruh anggota UE.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 14 Feb 2019 14:49 WIB
Komisi Eropa masukkan Arab Saudi dalam daftar hitam pencucian uang

Komisi Eropa menambahkan Arab Saudi, Panama, Nigeria dan sejumlah yurisdiksi lain ke daftar hitam negara-negara yang dianggap sebagai ancaman karena lemahnya kontrol pada pendanaan terorisme dan pencucian uang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan keras terhadap pencucian uang setelah terjadinya beberapa skandal di bank-bank Uni Eropa. Namun, kebijakan itu dikritik Inggris atas kekhawatiran tentang hubungan ekonomi mereka dengan pihak-pihak yang masuk daftar, terutama Arab Saudi.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Saudi Press Agency, Arab Saudi mengatakan mereka menyesali keputusan itu. "Komitmen Arab Saudi untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme adalah prioritas strategis."

Ada pun Panama menilai mereka harus dihapus dari daftar hitam tersebut karena baru-baru ini mereka telah mengadopsi aturan yang lebih ketat terhadap pencucian uang.

Terlepas dari kerusakan reputasi, dimasukkan dalam daftar hitam juga mempersulit hubungan keuangan dengan Uni Eropa. Bank-bank di blok tersebut harus melakukan pemeriksaan tambahan pada pembayaran yang melibatkan entitas dari yurisdiksi yang terdaftar.

Daftar ini sekarang mencakup 23 yurisdiksi, naik dari 16. Pendatang baru lainnya dalam daftar hitam adalah Libya, Botswana, Ghana, Samoa, Bahama, dan empat wilayah AS di Samoa Amerika, Kepulauan Virgin AS, Puerto Riko, dan Guam.

Negara-negara lain yang terdaftar adalah Afghanistan, Korea Utara, Ethiopia, Iran, Irak, Pakistan, Sri Lanka, Suriah, Trinidad dan Tobago, Tunisia dan Yaman. Sementara itu, Bosnia, Guyana, Laos, Uganda, dan Vanuatu telah dihapus dari daftar hitam.

Ke-28 negara anggota UE sekarang memiliki waktu satu bulan, yang dapat diperpanjang menjadi dua bulan, untuk menyokong daftar hitam itu. Mereka dapat menolaknya dengan mayoritas yang memenuhi syarat.

Sponsored

Komisioner Keadilan Uni Eropa Vera Jourova, yang mengusulkan daftar itu, mengatakan dalam jumpa pers bahwa dia yakin anggota UE tidak akan menolaknya. Menurut Jourova, persetujuan UE mendesak karena risiko menyebar dengan cepat bak kebakaran di sektor perbankan.

Bagaimanapun, kekhawatiran tetap ada. Inggris yang berencana meninggalkan UE pada 29 Maret, pada Rabu mengatakan bahwa daftar hitam itu dapat membingungkan sektor bisnis karena menyimpang dari daftar yang lebih kecil yang disusun oleh Gugus Tugas Aksi Keuangan (FATF), yang merupakan penentu standar global untuk anti pencucian uang.

Daftar FATF mencakup 12 yurisdiksi, di mana semuanya ada dalam daftar hitam UE. Namun, itu tidak termasuk Arab Saudi, Panama, dan wilayah-wilayah AS. Mereka akan memperbarui daftar itu minggu depan.

Arab Saudi menguntungkan bagi UE

London telah memimpin penolakan terhadap daftar Uni Eropa dalam beberapa hari terakhir, mendesak agar Arab Saudi dikecualikan. Demikian diungkapkan sumber UE kepada Reuters.

Arab Saudi yang kaya minyak adalah importir utama barang dan senjata dari UE dan beberapa bank top Inggris beroperasi di negara itu. Menurut data publik, Royal Bank of Scotland adalah bank Eropa dengan omzet terbesar di Arab Saudi, dengan sekitar 150 juta euro pada 2015.

HSBC adalah bank Eropa paling sukses di Riyadh. Perusahaan itu membukukan laba 450 juta euro pada 2015. 

"Inggris akan terus bekerja dengan komisi untuk memastikan bahwa daftar yang mulai berlaku memberikan kepastian bagi bisnis dan seefektif mungkin dalam mengatasi keuangan gelap," kata juru bicara Kementerian Keuangan Inggris.

Hilangnya 'mesin cuci'

Kriteria yang digunakan bagi negara-negara daftar hitam termasuk sanksi yang lemah terhadap pencucian uang dan pendanaan terorisme, kerja sama yang tidak memadai dengan UE mengenai masalah ini dan kurangnya transparansi tentang pemilik manfaat perusahaan dan perwalian.

Lima negara yang terdaftar dimasukkan dalam daftar hitam Uni Eropa surga pajak. Mereka adalah Samoa, Trinidad dan Tobago dan tiga wilayah AS di Samoa Amerika, Guam, dan Kepulauan Virgin AS.

Para kritikus mengatakan daftar hitam yang diajukan Komisi Eropa itu tidak mencantumkan beberapa negara yang terlibat dalam skandal pencucian uang di Eropa.

"Beberapa mesin cuci uang kotor terbesar masih luput. Itu termasuk Rusia, kota London dan sejumlah wilayah lepas pantai, serta Azerbaijan," papar anggota parlemen dari Greens, Sven Giegold, yang duduk di komite khusus Parlemen Eropa untuk kejahatan keuangan.

Jourova mengatakan komisi akan terus memantau yurisdiksi lain yang belum terdaftar. Di antara negara-negara yang akan diawasi secara ketat adalah Amerika Serikat dan Rusia. (VOA)